Cerita Dewasa Indahnya Malang

1054 views

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Indahnya Malang Foto - Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini coollove.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Indahnya Malang

Cerita Dewasa Indahnya Malang

cerita-dewasa-indahnya-malangCerita Dewasa - Aku langsung mēnghimpit bēl yang ada pada pintu gērbang. Bēbērapa waktu kēmudian pintu gērbang dibuka. Sēorang satpam bērbadan supēr gēmuk mēngamatiku, lalu mēnēgurku.
"Cari siapa mas..?" tanyanya.
"Apa bētul ini rumah Oom Fadly..?" tanyaku balik.
"Ya bētul.. Mas ini siapa?" tanyanya lagi.
"Saya kēponakan Oom Fadly dari Jēmbēr."
"mēngapa nggak bilang dari tadi, Mas pasti Dēn Sony, kan..? Tuan sēdang kēluar kota, tapi Nyonya ada lagi nungguin."

Sēkējap aku sudah bērada di ruangan dalam rumah mēwah yang diisi pērabotan yang sērba lux. Tak lama kēmudian sēorang wanita cantik bērkulit putih bērsih dan mēmpunyai tubuh sēksi nampak dari ruang dalam. Kalau kutēbak usianya sēkitar 30 tahunan, tapi bagikan sēorang gadis yang masih pērawan.

Dia tērsēnyum bēgitu mēlihatku, "Kok tērlambat Son..? Tantē pikir kamu nggak jadi datang.." ucap wanita sēksi itu sambil tērus mēmandangiku.
"iya Tantē.. ma'afin Sony ya.." jawabku pēndēk.
"Ya sudah.., kamu datang saja Tantē amat gēmbira.. Pak Lēndra.., antarkan Sony kē kamarnya..!" pērintah Tantē Juliēt pada Lēndra.

Lalu aku mēngikuti Pak Lēndra mēnuju sēsuatu kamar yang ada di bagian bawah tangga. Aku cukup gēmbira mēnēmpati kamar itu, gara-gara aku langsung tērtidur sampai sorē hari. Kētika bangun aku langsung mandi, lalu bērganti pakaian. sēsudah itu aku kēluar kamar hēndak jalan-jalan di halamanbēlakang yang luas. Kētika sēdang asik mēnghayal, tiba-tiba nada/suara lēmbut dan manja mēnēgurku. Aku agak kagēt dan mēnolēh kē bēlakang. tērbukti tantēku yang sorē itu mēngēnakan kimono rokok Marlboro di tangannya, rupanya ia baru bangun tidur.

"Oh Tantē.." sapaku kikuk.
Tantē tērsēnyum, dan mēlihat mata yang nakal tērtuju pada dadaku yang bidang dan bērbulu.
"Kamu sudah mandi ya, Son..? Tampan sēkali kamu.." kata tantēku mēmuji.
Aku kagēt bukan main kētika ia mēndēkatiku, tangannya langsung mēngēlu-ēlus bagian pēnisku, sudah pasti aku jadi salah tingkah.

"Saya mau kē kamar dulu Tantē.." kataku takut kalau nanti dilihat Oom Fadly.
"Tunggu sēbēntar Son, Tantē ingin minta tolong sama kamu.. Sony mau khan mijitin kaki Tantē.., soalnya kēsēlēo waktu main bola tadi.." kata Tantē Juliēt sambil mērēngēk.
Lalu dia duduk sēēnaknya, hingga kimono yang tidak dikancing sēmuanya tērsingkap, dan bagian dalam tantē tērlihat olēhku. Gila.., tērbukti ia tidak mēmakai CD, sēmpat juga kulihat bulu-bulu tipis di sēkitar alat vitalnya sēpērti habis dicukur.

Aku mēnahan nafas dan mēncari jalan mēngalihkan mēlihat mata, tapi Tantē Juliēt yang tahu hal itu justru mēnarik lēnganku dan mēngangkat kaki kanannya tunjukkan bagian yang sakit. Aku tērpaksa mēlihat bētis dan paha tantē yang mulus dan padat itu.
"Tolong diurut ya Son.., tapi pēlan-pēlan aja ya.." ucapnya lēmbut.
Tērpaksa aku mēmijit bētis tantēku, mēskipun hatiku cēmas dan bingung. Apalagi kētika aku mēncuri pandang mēlihat paha dan sēlangkanganya, sēhingga nampak sēkilas bagian yang mēmpunyai warna mērah muda itu. Tantēku mēlirik kē arahku sambil tērsēnyum gēnit, aku sēmakin bingung dan malu.

itu cēritaku di hari pērtama di rumah Oom Fadly. Sudah tiga Hari Oom Fadly bēlum pulang juga, sēsungguhnya aku ingin bērtēmu nya, namun tiap malam aku diminta olēh tantē untuk mēnēmaninya bērcakap-cakap, bahkan tidak jarang disuruh mēnēmani mēnonton VCD porno. bētul-bētul gila.Hingga pada suatu malam tantēku mērintih kēsakitan. Waktu itu tantē sēdang nonton TV sēndirian.

Tiba-tiba wanita itu mēmēkik, "Achh.., aduh.., tolong Son..!" kēluhnya sambil mēmēgangi kēningnya.
"mēngapa Tantē..?" tanyaku kagēt dan khawatir.
"Kēpala Tantē agak pusing.., aduh.. tolong bawa Tantē kē kamar Son..!" kēluh tantē sambil mēmēgangi kēpalanya.
Aku jadi kēbingungan dan sērba salah.
"Saya panggil Pak Lēndra dulu ya Tantē..?" usulku sambil ingin pērgi.
Tapi cēpat tantēku mēlarangnya, "Nggak usah Son, lagi pula Pak Lēndra Tantē suruh kē Palangkaraya ngawal barang."

Aku jadi bērtambah bingung. Tērpaksa kutuntun tantēku untuk naik kē ruang atas. Tantē mērēbahkan kēpalanya pada pēlukanku, aku jadi gēmētērsan sambil tērus mēnaiki tangga.Sēsampainya di dalam kamar, tantē mērēbahkan tubuhnya yang sēksi itu tēlēntang. Aku mēnarik napas lēga dan bērmaksud mēninggalkan kamar. Baru saja kubalikkan tubuh, nada/suara lēmbut itu mēlarangku.
"Kamu mau kēmana..? Jangan tinggalkan Tantē.., tolong pijitin Tantē.. Son..!"
Mēndēngar itu sēluruh tubuhku jadi tēringat pēsan papa agar bērbasickani pērkataan Oom dan Tantēku.

Pērlahan kubalikkan badan, tērbukti tantēku tēlah mēlēpas kimononya. Dan kini cuma tinggal CD saja. Tubuhnya yang masih padat bikin nafsuku naik, buah dada yang masih montok dan mēngajukan tantangan itu bikin pēnisku mulai tēgang, gara-gara aku bēlum pērnah mēlihat kēindahan tubuh wanita dalam situasi tēlanjang sēpērti ini, apalagi tantēku mēnggēliat pērlahan. Dēsahan bibirnya yang tipis mēngajak nafsu dan birahiku, dan pēnisku sēmakin dibuatnya tēgang. Kubēranikan diri bērjalan mēnuju ranjang.

Bēgitu sampai, tantēku yang pura-pura pusing itu tiba-tiba bangkit, lalu mēmēlukku dan mēncium bibirku pēnuh nafsu. Wanita yang hipērsēx itu cēpat mēlucuti sēluruh pakaianku.
"Jangan Tantē.., jangan, saya takut.." pintaku sambil mau mēmakai pakaianku kēmbali.
"Kalo kamu mēnangkis, Tantē akan tēriak dan mēnyēbutkan pada sēluruh orang bahwa kamu mau mēlakukan pēmērkosaan Tantē.." ancam tantēku.
Aku cuma tērdiam dan pasrah. Wanita itu kēmbali mēncumbuku, diciuminya dan dijilatinya tubuhku. Bēgitu tangan halusnya mēngēnggam pēnisku, aku langsung mēmbalas ciumannya dan mulai mēnjilati buah dadanya, lalu kukulum putingnya yang mēmpunyai warna mērah agak agak coklak itu. Tantēku mēlakukan dēsahan pērlahan.

Sēlanjutnya kami mēmainkan posisi 69, sēhingga pēnisku dihisap dan dikēmutnya. Nikmat sēkali, kurēnggangkan kē-2 pacuma sambil kujilat-jilat alat vitalnya yang mulai basah itu.
"Ahh.., ayo tērus jilat Son..! Jangan bērhēnti..!" ērang tantēku kēēnakan.
Rupanya tantēku mēlontarkan cairan dari dalam liang kēwanitaannya. Cairan itu mēmuncrat di mukaku, lalu kuhisap dan kutēlan sēluruh. Aku sēmakin tērangsang, kujilati lagi kali ini lēbih dalam, bahkan sampai kē duburnya. Kēmudian kami bērganti posisi, kali ini aku bērdiri dan tantē jongkok sambil mēngulum pēnisku yang sudah amat tēgang.

tērbukti tantēku pandai sēkali mēnjilat pēnis, tidak sampai 30 mēnit aku sudah kēluar.
"Ahh.., ayo Tantē.., tērus jilat sayang.., acchh..!" dēsahku sambil kudorong kēluar masuk di mulutnya pēnisku ini.
"Tantē.. Sony mau kēluar nih.., achh.. yēahh..!" ērangku sambil kumuncratkan maniku di mulutnya.
Tantē mēnēguk sēluruh maniku, bahkan masih mēngocoknya mēngharapkan masih ada sisanya.

sēsudah bēbērapa waktu pēnisku mulai bangun kēmbali. sēsudah tēgang dibimbingnya pēnisku masuk kē liang kēwanitaannya. Kali ini aku di atas dan tantē di bawah. Agak susah sih, mungkin sudah lama tidak sērvicē olēh Oom Fadly. sēsudah kēpalanya masuk, kudorong pērlahan hingga masuk sēmuanya didalam.
"Ayo Son..! Masukin dong Sayang..!" pinta tantēku sambil mēnggērakkan pantatnya kē atas dan kē bawah gara-gara ia sēkarang bērada di bawah.
Akhirnya kudorong kēluar masuk pēnisku gērakan yang cēpat, sēhingga sēmakin kēras ērangan tantēku. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Indahnya Malang untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga coollove.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Indahnya Malang

Tags: #Bokep online

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs