Cerita Dewasa Janda Yang Hot

2103 views

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Janda Yang Hot Foto - Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini coollove.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Janda Yang Hot

Cerita Dewasa Janda Yang Hot

cerita-dewasa-janda-yang-hotCerita Dewasa - Pērkēnalkan namaku Soffi. Aku ialah sēorang wanita bērusia 27 tahun yang bērstatus janda bēranak 1. Dalam kēsēharianku, aku sēnantiasa mēngēnakan jilbab. Walaupun jilbab yang aku kēnakan bukan mēmpunyai kēlompok jilbab akhwat, akan tētapi, dalam bērpakaian aku sudah cukup sopan. Jilbabku mēnjulur mēnutupi sētēngah dadaku. Aku sēnantiasa mēngēnakan baju kurung longgar bawahan rok sēmata kaki. kē-2 kakiku sēnantiasa tērbalut olēh kaus kaki.

Aku tēlah mēnjadi janda sējak 3 tahun yang lalu, akibat konflik yang tidak tērsēlēsaikan ēks suamiku. sēsudah usia pērnikahan kami mēnginjak 1 tahun, ēks suamiku mulai tunjukkan watak aslinya. ia mulai suka bērmain tangan kētika marah. Bēgitu pula, ia tidak pērnah mēmbēriku nafkah, gara-gara dia sēorang pēngangguran. umum, ia bukan laki-laki yang bērtanggung jawab. Pada akhirnya, ia pun mēncēraikanku, sēsudah bērsēlingkuh wanita lain. Pada waktu itu aku sēdang mēngandung anak hasil pērkawinanku nya. Kēkalutan yang kualami akibat pērcēraian itu bikinku mēngalami dēprēsi sēlama bēbērapa bulan, hingga akhirnya aku mēnyadari bahwa aku harus bangkit. Pērlahan-lahan akupun mulai bangkit, dan mēlupakan pērcēraian tragis yang mēnimpa diriku.

Aku ingat, bahwa aku harus mēnghidupi anakku. Akupun pun bēkērja pada sēsuatu biro konsultasi psikologi, mēngingat aku ialah sarjana psikologi. Bisa dikatakan, pēnghasilanku cuma pas-pasan untuk mēnghidupi diriku dan anakku. Pada waktu ini, anakku yang bērusia 4 tahun kutitipkan pada nēnēknya di kota Yogyakarta. namun aku sēndiri bēkērja di kota Sēmarang, sēsuatu kota di Jawa Tēngah. Di kota tērsēbut aku tinggal di kamar kost sēdērhana. Sētiap akhir pēkan aku mēngunjungi anakku di rumah nēnēknya.Banyak pria yang mēnyēbutkan bahwa aku mēmiliki muka yang cantik dan kēibuan. pēmbalut jilbab yang sēnantiasa ku kēnakan, aku mēnjadi nampak anggun di mata para pria. Di samping itu, tak ada tanda-tanda bahwa aku ialah sēorang ibu bēranak satu. Banyak yang mēngagnggap aku masih gadis. Tinggi badanku ialah 165 cm. Ukuran buah dadaku tidaklah bēsar, cuma 32B, akan tētapi, pantatku bulat, padat dan mēmbusung. Walaupun sudah bēranak 1, aku mēmiliki pērut yang datar. Hal ini tērcapai gara-gara aku mēmang rajin bērolah raga. Tak hēran, mēskipun statusku janda bēranak 1, masih banyak pria yang mēngharap cinta dariku. Akan tētapi, pada waktu itu, aku bēlum bērfikir untuk mēnjalin jalinan yang sērius sēorang priapun.

Hal ini disēbabkan gara-gara masih ada sisa-sisa trauma akibat pērcēraian yang mēnyakitkan tērsēbut. Aku mēmiliki mēlihat mata bahwa sēluruh pria ialah pēndusta. Untuk apa aku mēnikah lagi kalau cuma untuk bērcērai lagi. Sudahlah… aku sudah mērasa hidup bahagia sēbagai singlē parēnt.

Tak dapat kupungkiri bahwa aku mērindukan pēlukan pria. sudah pasti, gara-gara aku pērnah mērasakan manisnya sēks, maka akupun sēringkali mērindukannya. Hingga waktu ini, aku masih kuat untuk mēnahan hasrat itu, sēhingga aku tidak tērjērumus dalam sēks bēbas. Di samping dalam rangka mēnjaga norma dan kēyakinan yang aku anut, aku juga harus mēnjaga imējku sēbagai sēorang wanita bērjilbab yang sēnantiasa bērpakaian rapih dan sopan. Sējujurnya, aku sēringkali bērmasturbasi untuk mēngurangi hasrat sēksku tērsēbut. Hērannya, sēmakin sēring ku bērmasturbasi, kēinginanku untuk disētubuhi olēh pria justru sēmakin mēnggēbu-gēbu. Masturbasi cuma mēngurangi hasratku untuk tatkala, cuma pēmuasan kēpērluan biologis sēmata, namun kēpuasan psikologis tidaklah aku dapatkan. mēnimpa alat yang sēring ku pakai untuk bērmasturbasi ialah buah mēntimun. Uhhh… sungguh bērnasib baiknya buah mēntimun itu. tatkala para pria yang mēngharap cinta padaku saja bēlum ada yang bērhasil mēnikmati jēpitan lubang di pangkal pahaku, tapi buah mēntimun silih bērganti tēlah mēnyodok bērkali-kali. Tērkadang-kadang diam-diam aku mēlakukan masturbasi sambil mēnonton film porno di computērku kētika di kost sēndirian.

status jandaku, sudah pasti ada bēbērapa pria yang mēnganggap diriku ialah wanita mudahan, yang butuh dibēlai. dēmikian, ada bēbērapa pria yang sēring mēlakukan pērilaku yang mēnjurus pada pēlēcēhan sēks, dari vērbal hingga pada sēntuhan fisik. Salah satunya ialah bosku, sēorang Cina, yang sēkaligus pēmilik dari biro konsultasi tēmpatku bēkērja. pura-pura tidak sēngaja, ia tērkadang-kadang mērēmas pantatku atau tētēkku. Aku sēsungguhnya risih hal itu, dan tidak krasan untuk bēkērja di situ. ia sēakan tidak pēduli bahwa aku ialah sēorang wanita bērjilbab yang sēnantiasa sopan dalam bērpakaian dan bērpērilaku. ia bahkan pērnah mēnēmpēlkan pēnisnya di bēlahan pantatku kētika aku sēdang mēmbungkuk, gara-gara mēmbētulkan mēsin printēr di kantor. Aku tērkējut, gara-gara di sēla-sēla pantatku tērasa ada batang kēras yang mēnghimpit. Aku pun lalu langsung mēnghindar. Aku tidak bisa marah pwujudnya, gara-gara aku masih mēngharapkan untuk bisa bēkērja di biro miliknya tērsēbut. Aku cuma mēnampilkan ēksprēsi muka tidak suka, sambil pipiku mēmērah gara-gara malu. ia cuma tērsēnyum mēsum sambil pērgi bērlalu. ia nampak paham sēkali bahwa aku mēmang sēdang butuh untuk tērus bēkērja di bironya.
Sungguh aku amat bēnci dan jijik pērilaku bosku tērsēbut. Bosku tērsēbut sēorang pria Cina bērusia 40 tahunan. ia tēlah bērFamili, dan Familinya tinggal di luar Jawa. Namanya Pak Tan. ia mēmiliki tinggi 160 cm, badan yang agak gēmuk pērut yang buncit. ia nampak gēmpal.

Pada suatu hari, aku mēnērima kabar dari ibuku yang tinggal di kota Yogyakarta, bahwa anakku sakit kēras, hingga harus opnamē. Bahkan doktēr mēnyēbutkan bahwa anakku harus diopērasi sēcapatnya, kalau tidak, bisa fatal. Untuk biaya opērasi tērsēbut butuh uang sēbanyak lima juta rupah. Orang tuaku mēnyēbutkan bahwa mērēka tēlah kēhabisan dana untuk biaya Pēnyēmbuhan dēngan cara dibēri obat anakku. tatkala, aku sēndiri sudah kēhabisan uang gara-gara kini sudah tanggal tua. Uang cuma cukup untuk mēmbuat jadi satu hidup bēbērapa hari. Aku pun bingung, harus mēmpērolēh uang darimana lagi. Masih banyak rimbagku pada kawan-kawanku, sēhingga aku sēgan untuk bērrimbag lagi pada mērēka. cuma satu yang bisa aku lakukan ialah mēngēluh pada Pak Tan. Tapi aku mērasa ngēri, gara-gara itu bērarti mēmbērinya pēluang untuk mēlēcēhkanku sēksual. Aku pun mēnjadi ragu. Akan tētapi, gara-gara aku sudah amat panik, akhirnya aku bēranikan diri untuk mēngungkapkan hal itu pada Pak Tan. pērasaan tidak karuan, aku mēmbēranikan diri untuk mēnuju ruang Pak Tan. waktu itu, aku mēngēnakan jilbab warna pink sēpanjang lēngan, baju kurung yang sēwarna, sērta rok panjang hitam dari bahan kain yang lēmas. dēmikian, cēlana dalamku agak tērcētak di pērmukaan luar rokku.

Tok… tok.. tok.. tok… nada/suara kētukanku di kamar kērja Pak Tan.
“Masuk” aku dēngar nada/suara pak Tan bērsēru dari dalam ruangan.
Aku pun mēmbongkar pintu. Pak Tan yang sēdang duduk di bēlakang mēja kērjanya mēnatapku tatapan mēsumnya, yang sēolah mēnēgukjangi tubuhku.
“Silahkan duduk”, katanya mēmpērsilahkanku untuk duduk.
“Ada apa cah ayu?” dia mēnanya padaku nada mēnggoda.
Sambil mēnunduk, akupun mēnyēbutkan kēpērluanku pada pak Tan sambil tērbata-bata.
“Mmmaaaff Pak, anak saya sēdang sakitt kērass…”
Kēringat dinginku mulai mēngucur….
“Tērus???” Pak Tan mēnanya nada sēdikit kētus.
“Mmaksud saya, saya mau pinjam uang sama bapak. Untuk Pēnyēmbuhan dēngan cara dibēri obat anak saya. Saya sudah tidak ada uang.”
Kētika aku bērkata sēpērti itu, pak Tan cuma mēmbuat ganguank-amgguk tatapan mēlēcēhkan.
“Sofiii, bērat hati saya katakan kē kamu, kalo saya tidak ada uang yang bisa saya pinjamkan kē kamu…?”
“Tolonglah saya pak, anak saya sakit.. bērikan saya lima juta rupiah saja… nanti bisa dipotong gaji saya” kataku mēnghiba.
Air mataku mulai mēngalir dari sudut-sudut mataku.
“Kamu tau kan, biro ini sēdang kēkurangan modal”, kata pak Tan datar dan tēnang.
“Jumlah kliēn kita sēmakin sēdikit, Karēnanya pēmasukan kē biro juga sēdikit..”
“Ya sudahlah, aku bisa usahakan uang itu” kata pak Tan.
Kēmudian ia mēmbongkar laci mējanya dan mēlontarkan bēbērapa gēpok uang 50ribu rupiahan. ia pun mēmbērikanya padaku. sēsudah dihitung, ia tēlah mēmbērikan uang padaku sēbanyak 6juta rupiah, lēbih banyak dari harapanku.

Pak Tan bērkata, Uang itu bolēh kamu pinjam dulu. Kamu nggak usah mikirin ntar gimana mēngēmbalikannya.
“Udah, cēpēt, kamu bawa pulang… kamu tunggu anak kamu sampē opērasinya sēlēsai… kamu bolēh libur…”
pērasaan gēmbira dan rasa tērima kasih yang tidak tērkira, aku pun bērpamitan pak Tan mēnyalami tangannya..
Aku pun bērsyukur, opērasi anakku bērjalan lancar. sēsudah itu, aku kēmbali bēkērja di kantor Pak Tan. Sēmēnjak itu, Pak Tan sēmakin mēnjadi-jadi dalam mēlēcēhkanku sēksual. gara-gara rimbag budiku pwujudnya, aku pun tak bisa bērbuat sērta apa pun sēlain pasrah pērlakuan Pak Tan. Sētiap kali bērpapasan ku, ia tak lagi mēmbiarkan pantatku lolos dari jamahannya. Sēringkali, ia mēmbuat kējutanku dari bēlakang mēnggunakan cara mērēmas pantatku. Aku cuma bisa mēnjērit kēcil. Sēmakin lama iapun sēmakin bērani untuk mēnjamah tubuhku yang lain. buah dadaku dan pangkal pahaku pērnah dirēmasnya. Yang aku hēran, dia tētap paling suka mērēmas pantatku, walaupun ia sēsungguhnya dapat bēbas untuk mēnjamahi buah dada dan pangkal pahaku. Kētika aku sēdang bērdiri di dēkatnya, ia mēngajakku bērcakap-cakap sambil jarinya mēnēlusuri bēlahan pantatnya.

pērasaan malu aku ingin mēnghindari sētiap pērlakuannya, namun ku tak bērdaya. Sungguh, aku mērasa mēnjadi sēorang wanita murahan yang bisa dinikmati olēh pria Cina itu dēmi sēbanyak uang. Sungguh kontras pēnampilanku yang sēnantiasa bērjilbab sopan ini.
Suatu kētika, sēorang pēsuruh kantor mēmpunyai nama Pak Tatang mēmbēritahuku bahwa pak Tan mēmanggilku untuk datang kē ruangannya.
“Mbak, Pak Tan manggil mbak kē ruangnya”
“Huh… ada apa lagi nih??” tanyaku dalam hati. Pēlēcēhan apa lagi yang kan aku tērima? gumamku.
“Mhhh…. iya pak… Nanti saya kē sana…
“Cēpēt ya mbak, Pak Tan minta mbak datang cēpēt….” kata pak Tatang sambil bērlalu.
“iya… iya Pak Tatang” kataku sambil tērsēnyum pada Pak Tatang..
Hari itu aku mēngēnakan jilbab warna krēm yan mēnutupi dua bukit mungilku, baju kurung dan rok panjang. gontai dan pērasaan yang tidak tēnang akupun datang kē ruang Pak Tan.
Tok… tok… tok ku kētuk pintu ruang Pak Tan.
“Masuk” tērdēngar tēriakan Pak Tan dari dalam ruangan.
Aku pun masuk, dan Pak Tan mēmpērsilahkanku duduk. sēnyum jahat tērsungging di bibrnya, ia mēnatapku mēlihat mata nafsu. Aku cuma mēnunduk muka yang malu bērgugus-gugus cēmas.
“Mhhhhh, bēgini Soffi…., saya cuma mau informasikan kē kamu, kalau rimbag kamu kē kantor sudah jatuh tēmpo. Kantor butuh uang itu langsung. Kamu bilang mau angsur rimbag kamu, tapi sampai sēkarang, sudah tiga bulan, kamu sama sēkali bēlum angsur. Saya udah kasih kamu kēringanan looo….” Pak Tan bērkata nada sērius.
Jantungku lakukan dētakan kēras, mēmompa darahku cēpat sēkali. Wah, cēlaka… pikirku.. Aku jēlas tidak mampu untuk mēmbayar rimbagku. Bahkan untuk mēngangsur pun aku tidak mampu. Kini rimbag itu tēlah ditagih. Ohhhh… bētapa malang nasibku, jēritku di hati.
“Mhhhh…. mmaaf pak, saya bēlum mampu mēmbayarnya…” jawabku tērbata-bata.
“kēpērluan saya banyak sēkali, dan uang gaji saya saja tidak cukup” Baca Selanjutnya...

Cerita Dewasa Janda Yang Hot untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga coollove.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Janda Yang Hot

Pencarian Konten:

Tags: #Barcelona #bielsa #Bokep online

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs