Cerita Dewasa Keganasan Istri Binalku

1160 views

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Keganasan Istri Binalku Foto - Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini coollove.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Keganasan Istri Binalku

Cerita Dewasa Keganasan Istri Binalku

cerita-dewasa-keganasan-istri-binalkuCerita Dewasa - Sēpērti halnya umumnya orang lain, sēsudah sēlēsai Kuliah kēmudian cari kērja dan nikah. Dēmikian pula kēhidupan yang kujalani, sējak sētamat dari SLTA di Kotaku di Jawa Tēngah, aku mēlanjutkan Kuliah di Bandung di suatu Univērsitas tērnama. Tahun 1994 ialah tahun kēlulusanku dan di tahun itu pula aku ditērima di suatu Pērusahaan BUMN sēsudah mēlalui pēnyaringan bēbērapa kali dan amat kētat. Kēhidupan ini kujalani sēolah tanpa hambatan, lancar-lancar saja, tidak sēpērti yang Mayoritas orang bilang bahwa kēhidupan ini pēnuh pērjuangan dan sulit untuk mēncari kērja. Hal ini pērnah aku syukuri bahwa tērbukti aku dibērikan banyak kēmudahan-kēmudahan olēh Tuhan didalam mēngarungi kēhidupan dijaman sērba sulit ini.

gara-gara tēlah mērasa cukup dan sēdikit mēmpunyai kēmampuan untuk mēmbina Rumah Tangga maka pada tahun 1995 aku bēranikan diri untuk mēlamar dan mēlakukan kēsēpakatan untuk mēnikah sēorang gadis Cantik idamanku yang sējak sēmēstēr awal kuliah aku mēngētahuinya dan sējak waktu itu pula aku bērsēpakat untuk pacaran. Sēbut saja namanya ērna, gadis asal Jawa Barat kulit putih mulus yang amat tērawat rambut hitam kēlam yang lēbat. Hal ini amatlah wajar gara-gara ditunjang kēmampuan matēri Orang Tuanya yang sēbagai ēntrēprēnēur. Pērbēdaan usia cuma satu tahun antara aku dan ērna yang sēkarang sudah mēnjadi istriku, aku lēbih tua dan kini usiaku 36 tahun.

Banyak kawan-kawanku bilang bahwa aku ialah laki-laki yang amat bērnasib baik bisa bēristrikan sēorang wanita sēpērti ērna istriku. Disamping orangnya baik, supēl, cantik, padat bērisi, kaya lagi. Bulu-bulu halus tumbuh agak lēbat dilēngannya yang amat mulus. Pērnah sēorang kawan bilang bahwa “dijalan raya saja banyak kēndaraan apalagi ditērminal”. Hal itu mēmang suatu kēnyataan dan ialah stylē tarik yang amat luar biasa yang bisa mēnimbulkan birahi yang mēnggēbu-gēbu bila mēlihat istriku ērna tēlah mēlēpaskan sēluruh pakaian yang mēnutupinya, kulit yang putih mulus dan bulu-bulu hitam lēbat diantara pangkal kē-2 bēlah pacuma yang amat kontras, sungguh hal ini yang bikin aku sēmakin tak tahan untuk bērpisah lama-lama istriku. Tinggi badan istriku 167 cm dan bēratnya waktu ini sēkitar 53 kg.

Kēhidupan rumah tanggaku tēlah kujalani pēnuh kēbahagiaan sēlama kurang lēbih 8 tahun, apalagi pada tahun kētiga pērnikahanku tēlah lahir sēorang anak laki-laki yang tumbuh sēhat dan lucu yang kini tēlah bērusia 5 tahun. Ditambah lagi pada tahun kē-ēnam pērnikahan, kami pindah kē rumah yang kami bēli dari hasil jērih payahku sēndiri sēlama ini walau cuma ialah rumah KPR bērtypē 45. Kalau dibandingkan rumah mērtua amatlah tidak sēimbang dan istriku amat mēnyukainya gara-gara sēgala sēsuatunya dialah yang mēngaturnya tanpa harus campur tangan orang lain sēpērti yg tērlēbih dahulu yaitu di rumah orang tuanya.

Dirumah kami inilah awal dari sēgala pērgantian kēhidupan yang aku rasakan amat bahagia mēnjadi suatu siksaan dan gēncētan bathin yang mēnimpa diriku hingga kini. awalannya sēsudah hampir satu tahun tinggal dirumah sēndiri, istriku bērangsur-ansur sudah mēmpunyai kēbēbasan, kēlēluasaan tērhitung untuk mēnyampaikan unēg-unēgnya yang sēlama ini tērpēndam, yang aku sēndiri sēbagai suami tēlah disadarkan bahwa tērbukti didalam kēhidupan sēxual istriku masih banyak kētidak puasan atas sikap dan kēmampuanku sēbagai sēorang suami sēlama ini. Mēmang sēlama ini aku didalam mēlakukan jalinan pērsētubuhan tidak bisa bērtahan lama, paling lama mungkin cuma 20 mēnit itupun kalau aku dalam kondisi fit.

Walau yg tērlēbih dahulu sudah mēlakukan pēmanasan dan aku sēring mēlihat, mērasakan bahwa mēmēk istriku sudah basah pērtanda wujudnya rangsangan. Tragisnya bila pēmanasan dilakukan tērlalu lama maka sēmakin aku tak tahan untuk bērlama-lama. Aku tēlah bērusaha, bērkali-kali untuk pēngaturan waktu agar tērjadi kēlambatan dan pēnundaan dalam pēnyēmprotan (ējakulasi), sēluruh itu pasti mēngalami gagalnya. Yang aku rasakan bila sēdang bērtēmu istriku dalam mēlakukan pērsētubuhan ialah gairahku yang mēnggēbu dan kēnikmatan-kēnikmatan yang tiada tara bila pēnisku tēlah kumasukan dalam mēmēknya, dan bērikutnya aku slalu tidak bisa mēngēndalikan diri lagi sēhingga dalam tēmpo yang singkat pērtahananku pasti tak tērbēndung lagi. Pērlu dikētahui bahwa sējak pērnikahan hingga kini hampir tiada pērgantian atas alat kēwanitaan istriku, sēnantiasa tērasa sēmpit dan nikmat. Hal ini dimungkinkan gara-gara pada waktu mēlahirkan anakku cuma satu mēnggunakan cara Caēsar sēhingga phisik tidak banyak pērgantian.

Aku tēlah bērusaha, untuk mēngkonsumsi obat-obatan dan sēring pula untuk konsultasi kē doktēr tētapi hasilnya bēlum juga wujudnya hasil dan pērgantian yang diharapkan atas kētahananku. Pada awal-awal pērnikahan dulu, aku bisa mēlakukan pērsētubuhan bērulang-ulang hingga 4 atau 5 rondē dalam sēmalam dan itupun umumnya yang kē 4 atau kē 5 yang mēmpunyai kētahanan dan dapat mēngimbangi kēmauan istriku. Tapi waktu ini dua rondēpun amat sulit aku lakukan, biasanya bila tēlah mēlontarkan spērma, badanku tērasa lunglai dan ngantuk yang amat amat. Mungkin hal ini akibat bērat badanku yang sudah tidak sēimbang lagi tinggi badanku dimana pērutku sudah mēmbuncit dan sama sēkali tidak atlētis. Tinggiku 170 cm dan bēratku 83 kg.
Sējak masa SLTP aku mēmpunyai kēgēmaran atau hobby yang hingga kini masih sēring aku lakukan.

Kēgēmaran tērsēbut ialah bērmain Catur. Kēgēmaran ini sēring aku lakukan manusia atau kawan pada waktu-waktu sēnggang dan sudah ialah rutinitas hingga kini yaitu pada sētiap Jumat malam aku bērmain catur sēorang tētanggaku yang mēmpunyai nama Usman. kadang-kadang Sabtu malampun bila sama-sama tidak mēmpunyai acara lain yang lēbih pēnting kami asyik bērmain Catur hingga kami bētul-bētul sudah capēk dan suntuk. Sabtu dan minggu nasib baik sama-sama ialah hari libur buat kami bērdua. Dia kami kēnal sējak pindah di pērumahan yang kami tinggali waktu ini dan Usman ini walau sudah bēkērja, mēmpunyai rumah sēndiri dan bērusia mēndēkati angka 33 bēlum juga mēnikah. Orangnya tampan dan mēmpunyai tinggi tidak bēda jauh diriku, cuma saja badannya lēbih atlētis. Disamping mēmpunyai kēgēmaran bērmain Catur, dia juga mēmpunyai jadwal rutin untuk bērmain tēnnis. Usman inilah yang akhirnya sēmakin bikin bathinku mēnjadi tērtēkan dan tak bērkutik untuk mēnghadapai gēlombang pērcaturan cinta istriku hingga kini.

mēdia papan catur ini, jalinan antara Familiku Usman mēnjadi akrab dan dēkat. Kēdēkatan yang masih dalam batas wajar-wajar saja, bēgitupun jalinan antara istriku ērna Usman, masih dalam ētika kēwajaran tanpa ada sēsuatu yang pērlu dicurigai. Sudah mēnjadi kēbiasaan istriku, bila kami sēdang bērmain catur dan anakku sudah lēlap tidur, istriku ikut juga mēnēmani sambil mēmbērikan dukungan untuk mēnyēdiakan sēcangkir kopi dan anēka camilan. gara-gara sudah tērbiasa dan akrab, dalam mēnēmani kami bērmain catur, istrikupun dalam bērpakaian juga biasa saja yaitu kadang-kadang pakai cēlana pēndēk maupun baju tidur dan biasanya istriku cuma mampu mēnēmani hingga jam 12 malam yang sēlanjutnya bērpamitan untuk tidur lēbih dulu. Pērmainan catur ini kami lakukan diruang Famili bēr-alaskan karpēt dan kadang-kadang dalam mēnēmani kami, istriku mēlakukan pagēlaran kasur lipat sambil nonton TV.

Aku pērnah bēbērapa kali mēlihat mata Usman mēncuri-curi pandang pada bagian-bagian tubuh indah istriku pada waktu mēnēmani kami bērmain catur maupun pada waktu istriku sēdang tiduran dikasur lipat tapi sēluruh itu aku abaikan. Dan pērnah aku rasakan pērmainan catur Usman amat tidak bagus dan kurang kosēntrasi, dan sēsudah aku cari tahu pēnyēbabnya tērbukti aku mēlihat bahwa matanya sēring tērarah kē paha mulus istriku yang waktu itu duduk diDibagianku. inipun aku abaikan bahkan aku mērasa bangga mēmpunyai istri yang mēmang pēnuh kēkaguman. Tapi suatu Jum”at malam kira-kira ēnam bulan yang lalu, pada waktu pērmainan catur baru bēbērapa babak, aku mērasakan kantuk yang amat amat sēsudah minum kopi yang disēdiakan istriku dan hal ini kusampaikan pada istriku yang waktu itu mēnēmani kami.
“Ma.. Papa kok ngantuk bērat yaa..”
“Masak sih.. Papa khan udah minum kopi? Masak masih ngantuk juga..”

Dan bērikutnya aku nggak bisa tahan lagi, aku tērlēlap dan tak ingat apa-apa lagi. Apakah Usman langsung pamitan pulang, akupun tak tahu. Yang aku tahu pagi-pagi aku bangun dalam posisi ditēmpat tidurku dalam kondisi badan yang amat frēsh.
Jum”at malam bērikutnya bērjalan biasa saja, pērmainan caturku Usman bērakhir hingg jam 3 pagi dan Usman bērpamitan untuk pulang. Bēgitu juga Jum”at malam sēlanjutnya tanpa ada rasa kantuk tapi Sabtu malam kami bērmain catur lagi gara-gara sama-sama tidak mēmpunyai acara masing-masing dan rasa kantuk lakukan sērangan aku lagi sēkitar jam masih mēnunjukan pkl 10.15 malam. Kali ini aku pamitan untuk tidur dan Usman kuanjurkan untuk pulang. Pada waktu masih tērsisa kēsadaran sēbēlum tērlēlap, aku sēmpat istriku bērbicara sama sēsēorang manakala sēsudah mēngantarku kē kamar tidur dan kējadian sēlanjutnya aku tak tahu apa-apa.

Timbul tanda-tanya dan curiga pada diriku, mēngapa rasa kantuk bēgitu tiba-tiba, dan akhirnya aku sēmpat curiga tēlah tērjadi sēsuatu pada istriku apalagi akhir-akhir ini tampilannya tambah sēksi dan mērias diri. Aku tidak mau sēmbrono sēluruh ini dan aku tidak mau mēnyakiti istriku atas kēkēliruan akibat kēsalah dugaanku yang tanpa bukti. Maka pada waktu mēndēkati tiba jadwal catur rutinku Usman, aku mēmpērsiapkan diri mēngatur stratēgi agar sēluruh apa yang ada dibalik kēcurigaanku bisa tērjawabkan. Sēkitar jam 7 malam, aku tēlah mēngkonsumsi (minum) obat anti kantuk. Hal ini aku lakukan gara-gara aku tēlah curiga bahwa didalam minuman kopi yang disēdiakan istriku tēlah dicampuri obat tidur.

Pērmainan catur dimulai sēkitar jam 19.30, sēluruh bērjalan sēpērti biasanya. istriku mēnēmani tampilan tērkēsan amat cēria. Kopipun aku minum sēpērti biasanya tapi cuma sēpērēmpat gēlas saja. Sēkitar jam 10.00 malam, aku mērasa sēdikit kantuk, dan sēsuai stratēgi dan rancangan, aku pura-pura ngantuk sēkali dan sēlanjutnya aku pura-pura tak tahan lagi sēhingga istriku mēmapahku kētēmpat tidur. Bēbērapa waktu kēmudian, sayup-sayup tērdēngar istriku mēlakukan dialog sēsēorang dan pērlahan-lahan aku intip dari lubang kunci, tērbukti istriku sēdang duduk bērhadap-hadapan diantara papan catur Usman. Mērēka sēolah-olah lagi bērmain catur.

Bēbērapa mēnit kēmudian istriku bērpindah tēmpat mēnuju kēkamar tidurku dan buru-buru aku langsung mēmposisikan diri sēolah tērtidur lēlap. istriku mēnggoyang-goyangku sēolah mau mēmbangunkanku.
“Pa.. Pa.. gimana nih caturnya? Mau dilanjutin?”
Aku diam sēolah pulas sēkali dan istriku kēluar kamar yang yg tērlēbih dahulu mēnyēlimutiku dan mēnghidupkan lampu tidur dikamarku.
Sēkitar dua mēnit kēmudian, aku mēncari jalan mēngintip lagi dari lubang kunci, tērbukti papan catur tēlah ditinggalkan bēgitu saja. Diantara kērasnya nada/suara TV, aku masih sēdikit mēndēngar bahwa istriku tēlah mēlakukan aktifitas, apa itu, akupun tidak mēngētahuinya.
Kēmudian aku ambil kursi rias yang ada dikamarku pērlahan dan kutaruh dēkat pintu. harapan aku bisa mēlihat aktifitas istriku mēlalui vēntilasi diatas pintu kamarku. Bētapa tērkējutnya aku, tērbukti istriku sēdang bērpagutan mēsra diatas kasur lipat Usman. Badanku Datang-Datang mēnggigil dan mēlontarkan kēringat dingin. Aku bingung dan sērba salah, apa yang harus aku lakukan, aku tak tahu. sēbēntar aku ingin mēmbongkar pintu dan mēnghēntikan tindakan pēngkianatan yang dilakukan istriku dan Usman, tapi kēbēranian itu mēnjadi padam bēgitu aku tēringat bahwa istriku sēring mēngēluh atas kētidak mampuanku untuk bērtahan lama dalam pērsētubuhan. Aku bingung dan kulihat lagi mērēka yang tērbukti tangan kanan Usman tēlah mēnyēlinap didalam cēlana pēndēk istriku.. Och.. sēmakin aku tidak mampu bērbuat apa-apa. Sēkilas sēmpat aku bērpikir mungkin kēlakuan mērēka kali ini bukan yang pērtama kali dan sēmakin aku yakin bahwa sēlama ini istriku tēlah sēngaja mēmasukan obat tidur pada kopiku sēhingga mērēka lēluasa untuk bērmain catur birahi dan dēmikian maka tētangga yang lain tak lagi pērnah curiga.

Usman sēmangatnya mēlahap bērgantian kē-2 puting susu dihadapannya dan tangannya tēlah bērhasil mēmēlorotkan cēlana pēndēk istriku. Aku cuma tērmangu mēnyaksikan aksi mērēka bērdua yang nampak saling sēmangat dan saling lakukan sērangan. Jantungku sēmakin bērdēbar. manakala kēmudian mērēka bērdiri sambil mēlēpaskan pakaian masing-masing, manakala kēmudian baik istriku dan Usman tēlah tēlanjang bulat. Kontol Usman tēlah bērdiri kēncang dan tēgak, diamētērsnya tidak bēda jauh punyaku tapi panjangnya mungkin sēdikit lēbih panjang punya Usman.

istriku dipēpētkan ditēmbok, mērēka saling bērciuman ganas sēkali, tangan kanan istriku mērēmas-rēmas kontol Usman dan tangan kanan Usman mēnggēsēk-nggēsēk mēmēk istriku. Tērlihat istriku tidak sabaran, kontolnya Usman diarahkan kē mēmēknya sēdikit kaki kiri istriku diangkat Usman maka masuklah sēnjata Usman pada mēmēknya, tērlihat istriku mēmējamkan mata.
“Oooch.. kocok Dik Usman.. kocok..”
gērakan naik turun, Usman mēngocok bērulang-ulang dan badan mērēka bērdua sēmakin mēngkilap gara-gara kēringat.
“Cēk.. cēk.. plēēk.. plēk.. cēck..”
manakala kēmudian kocokan Usman bērhēnti
“Mbak ērna.. ēnak sēkali mēmēknya.. tērasa kēnyuut-kēnyuut..”
“Kontolmu juga Dik Usman.. gagah pērkasa..”
Kēmudian gantian kaki kanan istriku diangkat tangan kiri Usman dan kocokan dilanjutkan lagi.
“Och.. ooch.. ēnak Dik.. tēēruuss.. kocok tēruuss..”
“Mbak.. aku mau kēluar Mbak..”
“Jangan dulu Dik Usman.. jangaann.. akuu masih pingiinn lama-lama Dik”
“Nggak tahaann Mbaak.. aku nggaak tahan.. uēnaakk Mbakk..”
Tērlihat Usman mēnghēntikan kocokannya dan sēmakin mēnghimpit dalam-dalam kontolnya dalam mēmēk istriku..
“Ma’af Mbak.. aku nggak tahaann.. ma’aaf.. oocchh.. oocchh..”
istriku mēmēluk ērat-ērat tubuh Usman sēolah nggak mau dilēpas sētērusnya..
“mēngapa buru-buru dikēluarin Dik.., aku bēlum dapēt lho..”
“Sabar Mbak.. bētul-bētul aku nggak tahaann.. wuēnnaakk buuangēt.. mēmēk Mbak hangētt sēkali dan waouw.. suērēētt Mbaak..”
manakala kēmudian tērlihat kontol Usman tērlēpas dari mēmēk istriku dan dibarēngi tētēsan spērma dari dalam vagina istriku dan istriku mēngambil handuk kēcil untuk mēngēringkan kēringat sērta mēmbērsihkan mēmēknya.

Oochh cuma sēgitu kēmampuan si Usman (pikirku), aku agak lēga tērbukti kēmampuannya tidak bēda jauh kēmampuanku. Aku mēnghēla nafas panjang, dan mēngharapkan sēmoga istriku mēnjadi kapok gara-gara tidak tērpuaskan olēh Usman bēgitu pasti tidak akan mēngulanginya lagi. Tapi.. sēsungguhnya lain dari dugaanku..

Usman bētul-bētul dapat layanan spēsial dari istriku, diambilkannya sēgēlas air minum dingin dan diminum bērgantian istriku. Sambil bērsandar di dinding, kaki Usman disēlonjorkan dan istriku mēndēkati Usman duduk bērtēmu diatas pangkuannya
“Mbak.. susunya masih kēncēng dan bulu-bulu mēmēk Mbak yang lēbat ini (sambil tangan kanan Usman mēngēlus mēsra mēmēk istriku), bikinku ingin tiap malam bēranjangsana kērumah Mbak ini..”
“Sama Dik Usman.. aku sēndiri tiap hari rindu sama kontolmu yang ini..”, (sambil tangan kanan istriku mēngēlus kontol Usman yang masih lunglai)..
Mērēka saling kēcup dan saling pagut kēmbali, tangan kiri Usman mēmēluk punggung istriku dan tangan kanannya mēngēlus-ēlus bērgantian gumpalan bokong istriku yang mulus dan mēnggairahkan, sēsēkali jari tēngah Usman mēngusap mēmēk dan pērmukaan anus istriku sēhingga istriku mēlakukan gērakan-gērakan bērkēdut akibat gēli-gēli nikmat
“Ouuw.. ouucwww.. woouuwww.. gēli Dik Usman..”
Tak kalah lihainya, tangan kanan istriku mērēmas-rēmas Kontol Usman yang sudah agak mulai mēmpunyai sēmangat baru.
Badan Usman bērpindah tēmpat kēarah kasur lipat yang sēdari tadi bēlum dimanfaatkan sambil istriku tētap dipangkuannya. Dan sēkarang istriku dalam posisi diatas dan masih mēnunduk gara-gara pagutan yang tērlihat mulai panas kēmbali. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Keganasan Istri Binalku untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga coollove.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Keganasan Istri Binalku

Tags: #Bokep online #Bursa Transfer 2015 #Domenico Criscito #genoa #Mohamed Salah #Montenegro #Zenit St Petersburg

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs