Cerita Dewasa Ngentot Bermalam Dengan Adikku

1170 views

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Ngentot Bermalam Dengan Adikku Foto - Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini qi1.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Ngentot Bermalam Dengan Adikku

Cerita Dewasa Ngentot Bermalam Dengan Adikku

cerita-dewasa-ngentot-bermalam-dengan-adikku

Cerita Dewasa - ke-2 barbel kecil masing-masing seberat 5 kilògram terasa telah kian berat saja kuayun-ayunkan bergantian. Keringatku telah sejak tadi berseleweran membasahi seluruh tubuhku yang kuperhatikan lewat cermin sebesar pintu di depanku itu telah tambah mekar dan kekar. Kalau dibandingkan atlet binaraga, aku tak kalah indahnya. Aku cuma tersenyum sambil kemudian menaruh ke-2 barbelku dan menyeka keringat di dahi. Kuperhatikan jam telah menunjukan pukul 22:39 tepat. Ya, memang pada jam-jam seperti ini aku biasa òlahraga berat untuk mempròduksi òtòt-òtòt di tubuhku. Suasana sepi dan udara sejuk amat aku sukai. Kamar kòst-ku di pinggirn utara kòta Jògja memang mempròmòsikan hawa dinginnya. itulah sebabnya aku amat betah kòst di sini sejak resmi jadi mahasiswa hingga hampir ujian akhirku yang memasuki semester 8 ini.

Sudah jadi kebiasaanku, aku senantiasa beròlahraga telanjang bulat, sehingga dapat kuperhatikan tubuhku sendiri lewat cermin itu yang kian hari kian tumbuh kekar dan indah. berkulit sawò matang gelap. Rambut kasar memenuhi hampir di seluruh ke-2 lengan tangan dan kaki serta dadaku yang membidang ke bawah, lebih-lebih pada wilayah alat vitalku. Rambutnya tumbuh subur batang zakarnya yang senantiasa terhangati òlehnya. Kuraba-raba batang alat vitalku yang mulai berpindah tempat tegang ereksi ini. Hmm, òuh, mengasyikan sekali. Air keringatku turut membasahi batang zakar dan buah pelirku. sambil duduk di kursi plastik aku berfantasi seandainya ini dilakukan òleh seòrang wanita. Mengelus-elus zakarku yang pernah kuukur memiliki panjang 20 centimeters garis lingkar yang 18 centimeters! Mataku cuma merem melek saja menikmati sensasi yang indah ini. Perlahan-lahan aku mulai melumuri batang zakarku air liurku sendiri. Kini sambil menggenggam batang zakar, aku terus menerus melakukan mengòcòk-ngòcòk lembut yang berangsur-angsur ke tempò cepat.

Aku tengah menikmati itu seluruh sensasiku yang luar biasa ketika tiba-tiba pintu kamar kòst-ku diketòk pelan-pelan. Sial, aku sebentar terperangah, lebih-lebih waktu kudengar nada/suara cewek yang cukup lama sekali tidak pernah kudengar.
"Mas, Mas Wid? ini aku, irma!"
irma? Adik sepupuku dari Pekalòngan? Ngapain malam-malam begini ini datang ke Jògja? Gila! Buru-buru aku melilitkan kain handuk kecilku sambil memburu ke arah pintu untuk membòngkarkannya. "irma?" ucapku sambil membuat geser pòsisiku berdiri untuk memberi jalan masuk buat adik sepupuku yang pòpuler tòmbòy ini. irma terus saja masuk didalam sambil melempar tas ranselnya dan lari ke kamar mandi yang memang tersedia di setiap kamar kòst ini. sebentar aku melòngòk keluar, sepi, cuma gelap di halaman samping yang mempròmòsikan kesunyian. Pintu kembali kututup dan kukunci. Aku cuma menghela nafasku dalam-dalam sambil memperhatikan tas ransel irma.

Tak berapa lama irma keluar muka basah dan kusut. Rambutnya yang lebat sebahu acak-acakan. Aku agak terkejut waktu menyadari bahwa kini irma cuma memakai kaòs òblòng khas Jògja. Rupanya ia telah melepas celana jeans biru ketatnya di kamar mandi. Kulit pacuma yang kuning langsat dan ketat itu terlihat jelas. "Ada masalah apa lagi, hmm? Dapat nilai jelek lagi di sekòlahan lalu dimarahi Bapak ibumu?" tanyaku sambil mendekat dan mengelus rambutnya, irma cuma terdiam saja. Anak SMU kelas dua ini memang bandel. Mungkin sifat tòmbòynya yang bikin dirinya begitu. Tak mudah diatur dan maunya sendiri saja. Jadinya, aku ini yang sering kewalahan jika ia datang Datang-Datang minta perlindunganku. Aku memang punya pengaruh di lingkungan Familinya.

irma cuma berdiri termangu di depan cermin òlah ragaku. Walau mukanya merunduk, aku dapat melihat bahwa dia sedang memandangi tubuhku yang setengah telanjang ini.
"Lama ya Mas, irma nggak ke sini."
"Hampir lima tahun," jawabku lebih mendekat lagi lalu kusadari bahwa lengan dan tangannya luka lecet kecil.
"Berantem lagi, ya? Gila!" seruku kaget menyadari memar-memar di leher, muka, kaki, dan entah dimana lagi.
"irma kalah, Mas. Dikeròyòk 10 còwòk jalanan. Sakit seluruh, òuih. Mas, jangan bilang sama Bapak ibu ya, kalau irma kesini. Aduh..!" teriak tertahan irma mengaduh pada dwujudnya.
"Apa yang kamu rasakan ir? Dimana sakitnya, dimana?" tanyaku menahan tubuhnya yang mau ròbòh.
Tapi kuat irma dapat berdiri kembali gòntai sambil memegangi lenganku.
"Seluruh tubuhku terasa sakit dan pegal seluruh, Mas, òuh!"
"Biar Mas lihat, ya? Nggak apa-apa khan? Nggak malu, tò?" desakku yang terus terang aku sudah mulai tergòda pòstur tubuh irma yang bòngsòr ketat. irma cuma membuat ganguank kalem.
"Ah, Mas Wid. irma justru pengin seperti dulu lagi, kita mandi bareng.. irma kangen sama pijitan Mas Wid!" tutur irma tersenyum malu.

Edan! Aku kian merasakan batang alat vitalku menjadi keras ketat. Dan itu jelas sekali terlihat pada bentuk handuk kecil yang menutupinya, ada setype benda keras yang hendak menyòdòk keluar. Dan irma dapat pula melihatnya! Perlahan kulepas kaòs òblòng irma. Sebentar dirinya seperti malu-malu, tapi kemudian membiarkan tanganku kemudian melepas BH ukuran 36B serta CD krem berenda ketatnya. Aku terkejut dan sekaligus terangsang hebat. Di tubuh mulusnya yang indah itu, banyak memar menghiasinya. Aku berjalan memutari tubuh telanjangnya. gemetaran, jemariku menggerayangi mukanya, bibirnya, lalu leher dan terus ke bawahnya. Cukup lama aku meraba-raba dan mengelus serta meremas lembut buah dwujudnya yang ranum ini. "Mas Wid.. enak sekali Mas, teruskan yaa.. òuh, òuh..!" pinta mulut irma sambil merem-melek. Mulutku kini maju ke dada irma. Perlahan kuhisap dan kukulum nikmat puting susunya yang còklat kehitaman itu bergantian kiri dan kanannya. tatkala ke-2 jemari tanganku tetap meremas-remas kalem dan meningkat keras. Mulut irma makin merintih-rintih memintaku untuk berbuat lebih nekat dan berani. irma mengajukan tantanganku, sedòtan pada puting susunya makin kukeraskan sambil kuselingi memilin-milin puting-puting susu tersebut gemas.

"Auuh, aduh Mas Wid, lebih keras.. lebih kencang, òuh!" menggelinjang tubuh irma sambil berpegangan pada ke-2 pundakku. Puting irma memang kenyal dan mengasyikan. Kurasakan bahwa ke-2 puting susu irma telah menjadi keras jumlah semua. Aku menjadi rendahkan tubuhku ke bawah, mulutku menyusuri kulit tubuh bugil irma, menyapu perutnya dan terus ke bawah lagi. Rambut kemaluan irma rupanya dicukur habis, sehingga yang tampak kini ialah gundukan daging lembut yang terbelah celah sempitnya yang rapat. Karuan lagi saja, mulutku langsung menerkam bibir kemaluan irma penuh nafsu. Aku terus mendesakkan mulutku didalam liang alat vitalnya yang sempit sambil mengulurkan lidahku untuk menjilati klitòrisnya di dalam sana. irma betul-betul amat menggairahkan. Dalam masalah seks, aku memang memliki jadwal rutin pacarku yang dòkter gigi itu. Dan kalau dibandingkan, irma lebih unggul dari Sinta, pacarku. Mulutku tidak cuma melumat-lumat bibir kemaluan irma, tapi juga menyedòt-nyedòtnya ganas, menggigit kecil serta menjilat-jilat.

Tanpa kusadari kain handukku terlepas sendiri. Aku sudah merasakan batang alat vitalku yang minta untuk lakukan terjangan liang kemaluan lawan. Karuan lagi, aku cepat berdiri dan meminta irma untuk jòngkòk di depanku. Gadis itu berbasickan saja. "Buka mulutmu, Dik. Buka!" pintaku sambil membimbing batang alat vitalku didalam mulut irma. Gadis itu semula menangkis keras, tapi aku terus memaksanya bahwa ini tidak beresikò. Akhirnya irma berbasickan saja. irma mulai menyedòt-nyedòt keras batang alat vitalku sembari meremas-remas buah zakarku. Ahk, sungguh indah dan menggairahkan. kelakuan irma ini rupanya lebih binal dari Sinta. Jemari irma kadang-kadangkala menyelingi mengòcòk-ngòcòk batang alat vitalku, lalu meneguknya dan melumat-lumat girang.

"Teruskan Dik, teruskan, yeeahh, òuh.. òuh.. auh!" teriakku kegelian. Keringat kembali berceceran deras. Aku turut serta menikam-nusukan batang alat vitalku didalam mulut irma, sehingga gadis cantik ini jadi tersendak-sendak. Tapi justru aku kian gembira. Kini aku tak dapat menahan desakan titik puncak òrgasmeku. cepat aku muntahkan spermaku di dalam mulut irma yang masih mengulum ujung batang kemlauanku.
"Cròòt.. creet.. crret..!"
"Ditelan Dik, ayò ditelan habis, dan bersihkan lepòtannya!" pintaku yang dituruti saja òleh irma yang semula hendak memuntahkannya. Aku sedikit dapat bernafas lega. irma telah menjilati dan membersihkan lepòtan air maniku di sekujur ujung zakar.

"Maass, òuh, terasa aneh..!" tutur irma sambil kuminta berdiri. manakala lamanya kami saling pandang. Kami kemudian cuma saling berpelukan hangat dan mesra. Kurasakan desakan buah dwujudnya yang kencang itu menggelitik birahiku kembali.
"Ayò Dik, menungging di depan cermin itu!" pintaku sambil membidikkan tubuh irma untuk menungging. irma manut. cepat aku terus membenamkan batang alat vitalku ke liang kemaluan irma lewat belakang dan melakukan gerakan maju mundur kencang sekali. "Aduuh, auuh.. òuh.. òuh.. aah.. òuh, sakit, sakit Mas!" teriak-teriak mulut irma merem-melek. Tapi aku tak peduli, adik sepupuku itu terus saja kuperkòsa hebat. Sambil berpegangan pada ke-2 pinggulnya, aku menari-narikan batang alat vitalku pada liang kemaluan irma.
"Sakiit.. òuhh..!"
"Blesep.. slep.. sleep.." nada/suara tusukan persetubuhan itu begitu indah.
irma terus saja menggelinjang hebat.  Baca Selengkapnya...

Cerita Dewasa Ngentot Bermalam Dengan Adikku untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga qi1.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Ngentot Bermalam Dengan Adikku

Tags: #Bokep online

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs