Cerita Dewasa Nostalgia Kenanganku

916 views

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Nostalgia Kenanganku Foto - Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini coollove.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Nostalgia Kenanganku

Cerita Dewasa Nostalgia Kenanganku

cerita-dewasa-nostalgia-kenangankuCerita Dewasa - Para nēttērs pastinya pasti ingat apabila tērsēbut atau tērtulis sēsuatu kalimat sēpērti di atas, akan tētapi yang aku alami bukanlah sēpērti itu. Dan yang aku maksud ialah kisah nyata sēpanjang jalan antara kawanggung - Sēmarang.

Aku ialah lēlaki mēmpunyai umur 29 Tahun, namaku sēbut saja Andi dan sudah mēnikah bahkan mēmpunyai sēorang anak laki-laki 3 tahun. Cērita ini bērawal kētika aku mēngantar istriku dalam rangka liburannya (dia sēorang dosēn) kē salah satu kabupatēn di Karēsidēnan Banyumas sana dan aku sēndiri bēkērja sēbagai "officēr" di salah satu pērusahaan PMA di Surabaya. Sēkēmbalinya aku dari Banyumas itu aku lēwat jalur Wonosobo gara-gara untuk kē arah Sēmarang lēbih cēpat. waktu bus bērhēnti di agēn kawanggung tēringatlah aku mēmory ēks pacarku waktu aku kuliah di Sēmarang dan gara-gara kē-2 orangtuanya tidak sētuju akhirnya kami bērpisah baik-baik.

Dia ialah gadis di sēsuatu dēsa di lērēng Gunung Sumbing. mukanya bulat cantik, bibirnya mirip pēnyayi Paramitha Rusadi dan bodinya ambooyy. "Aaah.." aku mēnghēla nafas kēmbali sēbēntar mēlintas bayangan muka itu, muka sēorang Yunita. Dan aku masih mēngēnang sēsuatu "Frēnch kiss" pērpisahan kami di bēntangan kēbun tēh itu dan bērlanjut hingga mahkotanya yang tērjaga sēlama ini disērahkan padaku. Diiringi mēntari yang mēnyēlimuti dirinya kabut putih bēriringan dēsahan dan lēnguhan di antara sējuknya udara kota itu. Ada sēdikit tanda mērah yang tērtinggal di rok dalamnya sēbēlum aku mēminta diri untuk mēninggalkan sēluruh yang ada di dirinya.

"Maaf Mas apa kursi ini kosong?" tanya nada/suara itu.
Aku tērkējut. Oh Tuhan rupanya aku mēlamun cukup lama tadi itu, gumamku dalam hati. Bēlum habis rasa tērkējutku aku tērsēntak kētika aku mēmalingkan pada sēraut muka itu.
"Ka.. kaa.. mu.. Yunn!" tēriakku dēmikian pula gadis itu.
"Mass.. Andi.." saut Gadis itu yang tērbukti ialah Yunita dan ia tidak dapat mēmbēndung air matanya dan jatuhlah ia dalam pēlukku.
"Aku kangēn padamu Yun!" aku mēmbongkar pērbincangan kami bērdua.
"Aku juga kangēn Mas!" bisiknya sambil mērēbahkan pundaknya di bahuku.
ēntah siapa yang mēmulai tiba-tiba bibir kami hanyut dalam kēmēsraan gara-gara Bus "Patas" yang kami naiki itu nasib baik tidak pēnuh bahkan bēbērapa kursi saja yang tērisi. Aku yang sudah tērangsang sēkali gara-gara sēminggu Buntutnya ini tidak bērcinta istriku. Kulumat bibirnya yang paling kusukai itu dan dēsahannya sēmakin mēnjadi waktu ujung lidahku mēmainkan bēlakang kupingnya. Aku mēngambil kē-2 pacuma dan aku tumpukan pada pahaku tatkala kēpalanya bērsandar pada bantal. Tēpat disēla-sēla pantatnya batang alat vitalku yang sēdari tadi bangkit sētēngah tiang dan mēnyēmbul mēnyorong cēlana casual-ku.

Takut pēnumpang lain, aku buru-buru mēnyumpali bibirnya bibirku. Tanganku dibimbingnya mēnuju busungan dwujudnya (dia sēorang Taē Kwon Do-in). Tanpa dipērintah aku mēnēlusupkan tanganku kē kē-2 bukitnya yang kēnyal itu.
"Aaakhh.." dēsahnya tērtahan.
"Mass! aku kangēēn bangēt sama Mas Andi," bisiknya waktu aku mulai mēngēcup mēsra putingnya.
"Oooukh.. Mass.. aku nggaak kuath!" bisiknya.
tatkala aku mangambil bantal satu lagi dan kusandarkan di "lēgrēst" dēkat jēndēla. Dia mēnjambak rambutku amat kuat waktu putingnya kugigit-gigit. tatkala puting satunya kupilin tēlunjuk dan jēmpolku. Badanku mulai hangat, dēmikian pula tubuh Yunita sēmakin mēnggēlinjang tak karuan. Aku masih saja mēmbērikan sēnsasi kēnikmatan pada kē-2 putingnya dan tērbukti itu ialah titik didihnya dia.

Sēkitar tiga mēnit kēmudian, "Oookkh Maass.. akuu maauu.. ss.. saamp.." dēsahnya waktu aku mēnyudut kēncang buah dadanya hingga Kēlēlap sētēngahnya di mulutku. ia mēnggēlinjang pēlan dan ia mēnggosok-gosok kē-2 pacuma dan cēlana kulotnya mulai lēmbab olēh cairan maninya. manakala kēmudian kupēlorotkan cēlana kulotnya sērta CD-nya dan Yunita makin mēnggēlēpar hēbat dan sēcēpat kilat aku mēncium rambut-rambut di bawah pusarnya, hhmm.. harum sēkali. Tiba-tiba kēpalaku ditēkannya mēnuju lubang kēwanitaannya dan aku bagai kērbau di congok bērbasickani saja apa yang ia inginkan. Kusibakkan "labia mayora" dan "labia minora"-nya dan tērsēmbullah klitorisnya yang mēmpunyai warna mērah dan sēkējap lalu kumainkan ujung lidahku di sana.

tatkala jari tēngahku mēmainkan liang alat vitalnya. kutusuk pēlan-pēlan dan kukēluar-masukkan dēgan lēmbut. Yunita sēmakin tak mēnguasai dirinya dan mēngambil bantal untuk mēnutup mulutnya dan aku cuma mēndēngar nada/suara dēsahan yang tidak bēgitu jēlas. Akan tētapi Yunita bērēaksi hēbat dan tak lagi mēnguasai posisinya di pangkuanku. Batang alat vitalku yang sēdari tadi tēgang tērasa sia-sia kalau tidak aku sarangkan di lubang kēmaluan wanita yang kukagumi itu. Aku mēngangkat sēdikit pinggulnya dan kubuka zippēr lalu kukēluarkan batang alat vitalku, tatkala aku mulai mēngatur posisi Yunita untuk kumasuki.

"Slēpph!" amat gampang kēpala batang alat vitalku masuk gara-gara lubang alat vitalnya sudah lēmbab dari tadi. an itu Yunita mēngērnyitkan dahinya dan mēlakukan dēsahan,
"Aaakkhh.. Pēlann dikit Yang.. ēffmhh.. ookhh.." Yunita mēnjērit lirih waktu sēluruh batang alat vitalku mēnjējali rongga rahimya yang masih mampu mēmijit mēski sēorang "Putri"-nya tēlah kēluar dari rahim itu.
tērasa bēgitu hangat dan sēnsasional dan aku mēmbisikkan pwujudnya agar jangan mēnggoyangkan pantatnya. Kami rindu dan ingin bērlama-lama mēnikmati pēristiwat kami kē-2 yang amat indah, syahdu dan nikmat ini. Aku mēlipat pahaku dan aku mēlusupkan dibalik punggungnya agar dia mērasa nyaman dan mēmaksimalkan sēluruh batang alat vitalku di rahimnya. Kurēngkuh tēngkuknya dan kulumat bibirnya lēmbut bērgantian kē bēlakang tēlinga dan lēhērnya yang jēnjang. Tangan kiriku mēmbērikan sēntuhan di klitorisnya, kutēkan dan kugoyang ujung jariku di sana.

"Oookkh.. Mass Andii.. aaku.. kann.. ngēn.. " katanya tērbata waktu aku mēnciumi bēlakang lēhērnya. Tubuhnya mulai mēnggigil dan Yunita diam manakala mērasakan pējalnya batang alat vitalku mēngisi rahimnya, mukanya mēnahan sēsuatu untuk diēksprēsikan. Aku mērasakan bahwa ia sēbēntar lagi mēmpērolēh orgasmēnya, lantas buru-buru kubisikkan ditēlinganya.
"Tumpahkan sēluruh rindumu Sayang.. aku akan mēmapakmu.." bisikku mēsra.
"iii.. yyaach Masshh.." ia mulai mēmējamkan matanya untuk sēnsasi tērsēbut.
Aku mēnolongnya mēmbuat cēpat tēmpo pērmainan ujung jariku di klitorisnya, tatkala itu ujung lidahku juga tidak kētinggalan mēmutar-mutar putingnya dan sēsēkali mēnyēdotnya lēmbut.

Hampir lima mēnit Yunita mulai mēmbongkar bibirnya dan kē-2 matanya dibuka sayu mēnikmati kēmēsraan yang ada. "Ookkh.. aakhh.. aakkhh.. Mass.. sshh.." cuma itu yang ia ucapkan. Dēsahan-dēsahannya bikinku sēmakin bērnafsu mēnjēlajahi sēluruh tubuhnya ujung lidahku dan kētika aku sampai pada kētiaknya buru-buru Yunita mēnarik kēpalaku. ia lantas mēlumat bibirku kēsētanan bagai tiada hari ēsok dan sēmēnit kēmudian bērbisik, "Mmmhh.. Mass.. sshh.. Yunita mm.. mmauu.." lantas aku mēlumat bibirnya dan kulēpas pērmainanku di klitorisnya. Tangan kiriku kutarik kē atas untuk mēnstimulasi puting kirinya dan tērbukti usahaku tidak sia sia. "Aaa.. aakkh.. aakkhh.. akkhh.. oohghh.." dēsah Yunita dalam ērat dēkapanku. "Oookhh.. nikk.. matthh.. Saayy.. yang.." bisiknya mēngakhiri orgasmēnya mēnērangkan suatu isyarat kēpuasan dari cinta kami bērdua. Aku mēngambil jakētku dan mēnutupi bagian pribadi kami yang sēmpat morat-marit. Mēskipun batang alat vitalku masih tērtancap dalam-dalam akan tētapi aku tidak ingin mēngakhirinya ējakulasiku gara-gara situasi saja yang tidak mēmungkinkan.

"Aaawww.. gēli Mass.." dēsah Yunita gēli olēh dēnyutan batang alat vitalku.
"Baik Nita sayang.. aku akan mēlakukan cabutannya.."
an itu,
"Aaahh," Nita mēnjērit lirih kēgēlian.
Kami pun tērtidur hingga sampailah kami di kota Atlas, kota yang pēnuh kēnangan bagi kami bērdua dan istriku tērcinta.
"Dik Nita sēkarang tinggal dimana?" tanyaku sambil mēngēpaki bawaanku.
Bēlum sēmpat Nita jawab HP-ku bērbunyi rupanya dari istriku yang mēnanyakan tēntang ēkspēdisiku.
"iya Maa.. aku udah nyampai di Sēmarang sēlamat," jawabku singkat.
"Awas kalau mampir-mampir," ancam istriku bērgurau.
"OK, Boss," lantas aku mēnutup pēmbicaraan itu. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Nostalgia Kenanganku untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga coollove.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Nostalgia Kenanganku

Tags: #Bokep online

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs