Cerita Dewasa Tante Susan Yang Bersamaku

1066 views

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Tante Susan Yang Bersamaku Foto - Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini coollove.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Tante Susan Yang Bersamaku

Cerita Dewasa Tante Susan Yang Bersamaku

cerita-dewasa-tante-susan-yang-bersamakuCerita Dewasa - Namaku Ryan kini mahasiswa tingkat akhir sēsuatu pērguruan tinggi nēgēri di Surabaya. Kējadian ini ialah pēristiwa satu tahun yang lalu. Waktu itu aku bērusia 18 tahun. Masih mēmpunyai kēlompok ABG. Suka hidup bēbas. Do what i want! Hidup cuma sēkali, buat apa bērsēdih. itulah sēbabnya, aku suka kēluyuran dari kota kē kota sēmata-mata cari cērita.

sēsudah Ujian Akhir Sēmēstēr (UAS), saya langsung pērgi kē kota Bandung untuk bērlibur. yg tērlēbih dahulu aku mēmang bēlum pērnah mēnginjakkan kaki di Kota Kēmbang tērsēbut. Aku juga ingin mērasakan indahnya Kota Kēmbang. itulah sēbabnya aku nēkat pērgi kē Bandung sēndirian. Yang pēnting mēmbawa uang banyak. Mēskipun bēgitu, soal uang aku tidak tērlalu foya-foya. Bahkan sēnantiasa bērusaha, untuk bērhēmat. Tapi kalau untuk urusan cēwēk, mungkin lain urusannya.

Aku mēnginap di hotēl murah, Hotēl Mēlati ii, di Sēkitar Alun-alun kota Bandung. Murah tapi bērsih. Mēskipun dēmikian kalau malam cukup bērisik. Aku sudah tēlusuri tēmpat-tēmpat gituan, antara lain di Saritēm dan Stasiun. Tapi WTS-nya tidak ada yang mēnarik pērhatianku. Lalu, aku pērgi makan di Mc Donal BiP. ēh, waktu sēdang asyik-asyiknya makan, tiba-tiba mēlihat mataku bērtatapan sēorang wanita sētēngah baya. sēsudah kupērhatikan, ya ampun tērbukti Tantē Susan. Mungkin sudah 10 tahun aku tidak pērnah kētēmu. Waktu itu aku masih kēcil.
"Apa kabar, Tantē!", sapaku sambil mēndēkat.
Akhirnya aku makan sēmēja Tantē Susan yang nasib baik juga sēdang sēndiri. Tantē Susan hampir lupa mēlihatku.
"Maklum, kamu sēkarang sudah bēsar", kata Tantē Susan.
Bēgitu tantē tahu aku mēnginap di hotēl, langsung saja ditawari mēnginap di rumahnya. Katanya di rumahnya tidak ada orang, kē-2 anaknya sēdang studi di Pērancis dan Jērman.

Yah, kupikir-pikir aku bisa mēnghēmat uang. Aku sudah pasti mēnyētujui ajakannya. Hari itu juga aku langsung pindah kē rumah Tantē Susan. Aku dibēri sēsuatu kamar dēpan. Cukup bērsih dan mēwah. Rumahnya di kawasan Dago Atas. sēsungguhnya Tantē tinggal Om, tētapi Om sēdang bērada di nēgēri Paman Sam untuk mēngambil gēlar Doctor di Univērsitas Harvard. Maklum Om-ku dosēn salah satu pērguruan tinggi swasta di Bandung dan Jakarta. Malam itu aku tidur amat lēlap sēkali. Maklum capēk!

Hari kē-2 aku baru tahu, tērbukti paviliun Dibagian digunakan untuk tērima kost, dua orang mahasiswa, yang satu mahasiswa fakultas tēknik namanya Mas Ary namun yang satunya mahasiswa fakultas ēkonomi, namanya Mas Yudi. Kata tantē, lumayan buat tambah-tambah uang bēlanja. Tantē tērbukti juga pēmbantu wanita, Tēh (Tēh atau Tētēh bhs Sunda untuk Mbak) Mimin namanya. Wah, ya tidak sēdikit orang.

Siang harinya tidak ada kējadian yang mēnarik. Sēpulang dari Maribaya dan Tangkuban Parahu tērus tidur sampai sorē. sēsudah makan malam tērus kē kamar tidur nonton TV sambil tidur-tiduran. Tidak tērasa, jam di dinding tēlah tunjukkan pukul 24.00. Akhirnya TV kumatikan. Lampu kamar yang tērang bēndērang kumatikan dan kuganti lampu tidur lima watt warna biru. Sēpi sēkali suasananya.

Namun, di tēngah suasana yang sēpi itu, kok aku rasa-tērasa mēndēngar ada orang bicara bisik-bisik? Mungkinkah pēncuri? gara-gara pēnasaran, aku bangun pēlan-pēlan. Aku mēngintip kēluar mēlalui jēndēla, tērbukti tidak ada siapa-siapa.
Ah, kok sēpērtinya dari kamar tantē. Akupun mēngambil kursi dan kulētakkan di dēkat tēmbok. Di atas tēmbok ada lubang angin-angin kēcil sēkali, itupun tērtutup karton. gara-gara pēnasaran, aku mēngambil jarum dan bikin lubang kēcil di karton itu. sēsudah lubangnya lumayan, aku coba mēngintip.

"Wow.., malam-malam bēgini mau ngapain tuh Mas Ary, si anak kost?", pikirku sambil mēmpērhatikan. Tantē dan Mas Ary tampak duduk bērdua di tēmpat tidur. Walaupun kamar Tantē Susan mēmakai lampu lima watt, namun mataku masih sanggup mēlihat jēlas.
Uh, mau ngapain Mas Ary?, Kulihat sēbēntar-sēbēntar mēncium pipi Tantē Susan, kulihat Tantē Susan tērsēnyum. Dan kēmudian tēnangnya Mas Ary mulai mēmbongkar baju Tantē Susan dan tinggal mēngēnakan BH.

Kuakui, tantēku mēmang masih mēmpunyai kēlompok muda, bēlum bērusia 40 tahun. Tubuhnya montok, kulitnya putih, mukanya mirip Dēssy Ratnasari. Rambutnya pēndēk modēl Lady Diana, tubuhnya langsing. Tak lama kēmudian Mas Ary mēlēpas BH tantēku.
Duh.., tērbukti montok sēkali. Diam-diam aku mulai tērangsang. Burungku mulai mēmbēsar. Aku tētap bērdiri d tēnang di atas kursi.

Bērikutnya kulihat Tantē Susan ganti mēlēpaskan baju Mas Ary. Satu pērsatu kancing bajunya dilēpas, akhirnya bajunya dilēmpar kē lantai. Bolēh juga tubuh Mas Ary, tēgap dan atlētis. Wow.., mērēka kēmudian saling cium bibir. Saling mēngēlus punggung. Sēbēntar-sēbēntar tangan Mas Ary mērēmas-rēmas buah dada Tantē Susan. Bēbērapa mēnit kēmudian kulihat Mas Ary mēmbongkar ritsluiting rok yang dipakai tantēku, kēmudian dilēpasnya rok itu sēhingga tantēku cuma mēmakai cēlana dalam saja. Adēgan bērikut tantēku ganti mēmbongkar kancing cēlana Mas Ary, dilēpasnya satu pērsatu, kēmudian ditariknya sēhingga lēpas dan tinggal cēlana dalamnya saja.

Lagi-lagi kē-2nya bērpēlukan lagi dan bērciuman mēsra sēkali. Kēmudian Mas Ary mēncium lēhēr Tantēku, lalu buah dadanya, lalu pērutnya, lalu pacuma. Dan kēmudian tangannya mēmēlorotkan cēlana dalam Tantēku. Lēpas!, Kēmudian dilētakkan di kursi. stēp bērikutnya Mas Ary mēmbongkar sēndiri cēlana dalamnya. Kulihat pēnis Mas Ary bēsar dan panjang sēpērti punyanya orang Arab. Jantungku lakukan dētakan kēras sēkali. Bahkan pēnisku ikut-ikutan mēnjadi kēras. Apalagi mēlihat kē-2nya kēmudian sama-sama dalam posisi bērdiri, saling bērpēlukan, lagi-lagi saling bērciuman.

Sēkitar tiga mēnit kēmudian posisi bērdiri, Mas Ary mēmbuat masuk ujung pēnisnya kē lubang kēmaluan tantēku. Sēsudah itu mērēka bērpēlukan rapat sēkali sambil mēnggoyang-goyang pinggul masing-masing. Cukup lama. Akhirnya kulihat mērēka bērdua sudah saling orgasmē. Hal ini tērlihat gara-gara mērēka bikin gērakan yang cukup agrēsif sēkali. Walaupun samar-samar, kudēngar nada/suara uh.., uh.., uh.., dari mulut Tantē Susan. Sialnya, tak tērasa akupun mēngalami orgasmē, cēlana dalamku mēnjadi basah, apa bolēh buat.

Adēgan bērikutnya dilakukan sēpērti biasa, yaitu tantē bērada di tēmpat tidur posisi di bawah dan Mas Ary di atas. Apa yang kulihat mēmang bētul-bētul mēngasyikkan. Maklum, baru sēkali itu aku mēlihat mata kēpala sēndiri adēgan sēks yang dilakukan orang lain.

ēsok harinya aku bērsikap biasa-biasa saja sēolah-olah tidak ada kējadian apa-apa. Kulihat Tantē juga bērsikap biasa-biasa saja. Makan pagi . Sēsudah itu aku pērgi kē Pangalēngan sēkēdar rēkrēasi.

Sorē harinya aku sudah sampai di rumah lagi. Sēpērti kēmarin, sorē-sorē pēmbantu tantē mēnyēdiakan tēh manis dan roti. Kulihat, pēmbantu Tantē Susan yang namanya Tēh Mimin ini mēmpunyai kēlompok sēksi juga. Umurnya kira-kira sama juga umurku, yaitu sēkitar 19 tahun. Tērus tērang, nafsuku jadi bangkit mēlihat buah dwujudnya yang montok itu. Kata tantēku Tēh Mimin sudah punya anak, tapi ditinggal di dēsanya, dirawat nēnēknya. Tiap hari Kamis pasti pulang kē kampung untuk mēlihat anaknya.

Malamnya aku tidak bisa tidur. Sēbēntar-sēbēntar aku mēngintip kamar tantēku. Namun hingga pukul 24.00 tērbukti tidak ada kējadian apa-apa. Akhirnya aku tidur pulas.

Sēkitar pukul 10:15 aku mēnuju kē tērminal Lēdēng. Aku kēpingin mēlihat obyēk pariwisata Ciatēr. ēh.., tērbukti aku kētēmu Tēh Mimin.
"Mau kēmana Tēh", tanyaku.
"Kē Subang.., nēngok anak Mas..".
"Wah, sama-sama aja, dēh..", ajakku.
tērbukti ya lancar-lancar saja. Aku duduk bērdua Tēh Mimin. Akhirnya aku mēncari-cari alasan untuk dikawani di Ciatēr, soalnya aku bēlum hafal kota Bandung. gara-gara hari masih siang, akhirnya mau juga Tēh Mimin mēnēmani aku. Walaupun gadis dēsa, tapi Tēh Mimin sēmpat mēngēcap bangku SLTP hingga lulus. Cara bērpakaiannya pun mēmpunyai kēlompok rapi sēpērti pēlajar-pēlajar pada umumnya. Baca Selengkapnya

Cerita Dewasa Tante Susan Yang Bersamaku untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga coollove.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Tante Susan Yang Bersamaku

Pencarian Konten:

Tags: #Abdul Kader Keita #Alexandre Lacazette #Arcan Iurie #Bokep online #jerman #Kalteng Putra FC #la liga #PBFC #pemecatan #premier league

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs