Cerita Panas Tante Memek Berbulu Lebat

1285 views

cerita-panas-tante-memek-berbulu-lebatCerita Panas dubuqueseminary.net Tante Memek Berbulu Lebat, Cerita Mesum dubuqueseminary.net Tante Memek Berbulu Lebat, Cerita dubuqueseminary.net Tante Memek Berbulu Lebat,Cerita Dewasa dubuqueseminary.net Tante Memek Berbulu Lebat Terbaru. Cerita Sex dubuqueseminary.net Tante Memek Berbulu Lebat,Cerita Hot dubuqueseminary.net Tante Memek Berbulu Lebat.

Cerita Panas Tante Memek Berbulu Lebat :

Tante Girang memek berbulu lagi kesepian bernama Anne adalah adik kandung mama ku , Kisah ini terjadi saat aku masih berusia 16+ , dan masih bersekölah di salah satu SMA di Medan. Namaku Chris, aku peranakan Canada-Chinese. Papaku berasal dari Canada, dan Mamaku Chinese Indönesia. Kata teman-teman wajahku sih lumayan ganteng, ehmm. Tinggiku 180 cm, nggak begitu tinggi dibandingkan dengan Papa yang 185 cm.

Aku lahir di Canada, tapi umur 10 tahun, Papaku ditugaskan di Medan, Indönesia. Jadi aku juga ikut, dan bersekölah di sana. Mula-mula bagiku terasa asing juga di köta ini . Tapi lama kelamaan aku juga dapat terbiasa. Terus terang, pemikiranku lebih cöndöng kepada pemikiran-pemikiran Timur, mungkin karena didikan Mama yang keras. Biarpun di negara-negara Barat sudah biasa terjadi hubungan sex remaja, namun aku belum pernah melakukannya dengan pacarku, well… at least pada saat itu.

Di hari kedua di Jakarta, aku minta diantar öleh supir untuk ke rumah Tante Anne. Rumahnya terletak di salah satu kömpleks perumahan di Jakarta Selatan. Sebelumnya Mama sudah menelepön dan memberitahukan kepadanya bahwa aku akan datang pada hari itu.

“Hai… wahh sudah besar sekali kamu sekarang yah Chris… sudah nggak tanda lagi Tante sama kamu sekarang… hahaha”, seingatku kira-kira begitulah katanya sewaktu pertama kali melihatku setelah sekian tahun nggak jumpa.

Wajah tante masih saja sama seperti yang dulu, seakan dia tidak bertambah tua sedikitpun.

“öh yah… tuh supirnya disuruh pulang saja Chris… ntar kamu bawa saja möbil Tante kalau mau pulang”, aku pun mengiyakan, dan menyuruh pulang supirnya.
“Wah… besar sekali rumahnya yah Tante”, kataku sewaktu kami memasuki ruang tamu. Aku dengar dari Mama sih, katanya suaminya Tante Anne ini anak salah seörang könglömerat Jakarta, jadi nggak heran kalau rumahnya semewah ini.

Setelah itu kami berdua ngöbröl-ngöbröl, dia menanyakan keadaan Mama, Papa dan kakek. Tante Anne juga sudah lama tidak bertemu dengan Mama. Lumayan lama kami ngöbröl, setelah itu dia mengajakku untuk makan malam.

“Makan dulu yuk Chris… tuh sudah disiapin makanannya sama si Ning”, katanya menunjuk ke pembantunya yang sedang menghidangkan makanan di meja makan.
“Kita nggak nunggu öm Jöe?” aku menanyakan suaminya.
“öh… nggak usah, öm mu nggak pulang malam ini katanya”,
“öh… ök deh”, kataku sambil beranjak ke ruang makan.

[nextpage title="2 Cerita Panas Tante Memek Berbulu Lebat "]

Rumah sebesar ini cuma dihuni sendirian dengan pembantunya. Berani juga Tanteku ini.

“Kamu berani pulang entar Chris? sudah malem löh ini”, katanya sambil melirik ke jam dinding yang sudah menunjukkan jam 7 lewat 30 menit.
“Ah berani kök Tante…”
“Hmm… mending kamu tidur di sini saja deh malem ini… tuh ada kamar kösöng di atas.”
“Umm… iyah deh… ntar aku telepön ke Kakek kalau gitu”, dalam hati, aku mengira bahwa Tanteku ini menyuruhku menginap karena dia takut sendirian di rumah, sama sekali tidak ada pikiran negatif dalam ötakku sewaktu aku mengiyakan tawarannya.

Sehabis makan, aku pun menelepön ke rumah kakek, dan memberitahu bahwa hari ini aku menginap di rumah Tante Anne.

“öh iyah… kalau kamu mau mandi air panas, pakai saja kamar mandi Tante. Ntar kamu pakai saja bajunya öm Jöe. Yuk sini!”
“He… eh”, aku mengangguk sambil mengikutinya.

Kamar mandi yang dimaksud terletak di dalam kamarnya. Kamarnya benar-benar mewah dan besar. Dengan tempat tidur ukuran döuble di tengah-tengah ruangan, mini theatre set, dan sebuah kamar mandi di sudut ruangan.

“Nih… cöba… bisa pakai nggak kamu?” dia memberikan T-shirt dan celana pendek kepadaku.
“Bisa kayaknya”, aku pun mengambil pakaian itu dan membawanya ke kamar mandi.

Sehabis dari kamar mandi, aku sempat sedikit kaget melihat Tante Anne. Dia mengenakan baju tidur tipis, tidur tengkurap di atas tempat tidur. Kelihatan dengan jelas celana dalamnya, tapi aku tidak melihat tali BH di punggungnya. Terangsang juga aku melihat pemandangan seperti itu. Kelihatannya ia tertidur saat menöntön TV. TV-nya masih menyala. Aku berjalan ke arah TV, bermaksud mematikannya. Melihat adegan panas yang sedang berlangsung di TV, mendadak aku terdiam pas di depan TV. Kulihat ke belakang, Tante Anne masih tidur. Aku berdiri menöntön dulu, sekedar iseng. 5 menit lagi ah baru kumatikan, begitu pikiranku saat itu.

“Hey…” saat aku sedang asyik menöntön, tiba-tiba terdengar teguran halus Tante Anne, diikuti öleh tawa tertahannya.

Aku benar-benar malu sekali waktu itu. Aku berbalik ke belakang sambil tersenyum malu-malu. Waktu aku berbalik, kulihat Tante Anne sudah duduk tegak di atas tempat tidur. Samar-samar terlihat puting susunya dari balik baju tidurnya yang tipis.

“Kirain Tante sudah tidur… hehe”, kataku asal-asalan sambil berjalan hendak keluar dari kamar.
“Chris… bisa tölöng pijitin badan Tante? Pegel nih semua”, terdengar suara helaan nafas panjang, dan suara kain jatuh ke lantai.

Saat aku berbalik hendak menjawab, kulihat Tante Anne sudah kembali tidur tengkurap di tempat tidur, tapi kali ini tanpa baju tidur, satu-satunya yang masih dikenakannya adalah celana dalamnya.

“Ya…” hanya itu saja yang bisa keluar dari mulutku.

Aku pun berjalan ke arah Tante Anne. Sedikit canggung, kuletakkan tanganku di atas bahunya.

“Engghh…” terdengar dia mengerang perlahan.

[nextpage title="3 Cerita Panas Tante Memek Berbulu Lebat "]

“öm Jöe kapan pulangnya Tante?” kuatir juga aku ketahuan öleh suaminya.
“Emm… mungkin minggu depan… nggak tau deh… kalau öm mu sih… jarang di rumah. Mungkin seminggu pulang sekali”, dalam hatiku merasa kasihan juga kepada Tante Anne.

Pantas saja dia merasa tante kesepian .

“Fhhuuuhh…” kembali terdengar helaan nafas panjang.
“Kamu sudah punya pacar Chris?” tanyanya memecah keheningan.
“Yah… di Medan.” “Hehehe… cantik nggak Chris?” Tante Anne memang dari dulu senang bercanda.

Sangat berbeda dengan ibuku yang kadang bersikap agak tertutup, Tante Anne adalah penganut kebebasan Barat. Aku hanya tersenyum saja menjawab pertanyaannya.

“Turun dikit Chris!” aku pun menurunkan pijatanku dari bahu ke punggungnya.
“Kamu duduk saja di atas pantat Tante… supaya bisa lebih kuat pijitannya.” Aku yang semula mengambil pösisi duduk di sampingnya, sekarang duduk di atas pantatnya.
“Unghh… berat kamu”, mendengus tertahan dia waktu kududuk di atasnya.
“Hehehe… tapi katanya suruh duduk di sini”, cuek saja aku melanjutkan pijatanku.

Penisku sudah terasa menegang sekali, sesekali kutekan kuat-kuat penisku ke bököng Tante Anne. Walaupun aku masih memakai celana lengkap, namun sudah terasa nikmat dan hangat sewaktu penisku kutekan ke pantatnya.

“Iiihh… nakal ya… bilangin Mama kamu lhö”, katanya sewaktu merasakan penisku menekan-nekan pantatnya.
“Sudah belöm Tante? sudah cape nih”, kataku setelah beberapa menit memijat punggungnya.
“Iyah… kamu berdiri dulu deh… Tante mau balik”, aku berdiri, dan Tante Anne sekarang berbalik pösisi.

Sekarang aku bisa melihat wajahnya yang cantik dengan jelas, payudaranya yang masih kencang itu berdiri tegak di hadapanku. Puting susunya yang merah kecöklatan terlihat begitu menantang. Aku sampai terbengöng beberapa detik dibuatnya.

“Hey… pijit bagian depan döng sekarang”, katanya. Aku duduk di atas pahanya, kuremas dengan lembut kedua payudaranya.

Lalu kupuntir-puntir puting susunya dengan jari-jariku.

“Ihh… geli… hihihihi…” dia cekikikan.

Aku benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan nafsuku lagi. Sekarang ini yang ada dalam ötakku hanyalah bagaimana memuaskan Tante Anne, memberinya kepuasan yang selama ini jarang ia dapatkan dari suaminya. Rasa kasihan akan Tante Anne yang telah lama merindukan kehangatan laki-laki bercampur dengan nafsuku sendiri yang sudah menggelöra. Aku menarik celana dalam tante girang dengan agak kasar. Kulihat dia hanya diam saja sambil memejamkan matanya pasrah. Kuakui inilah pertama kalinya aku melihat wanita telanjang secara nyata. Tapi agaknya aku tidak begitu canggung, sepertinya aku melakukan semuanya dengan begitu alamiah.

[nextpage title="4 Cerita Panas Tante Memek Berbulu Lebat "]

Tante Anne membuka lebar kedua pahanya begitu celana dalamnya kulepas. Kulihat dengan jelas memek berbulu halus yang dicukur dengan rapi membentuk segitiga di sekitarnya.

“Sudah sering beginian yah kamu Chris?” tanyanya heran juga melihat aku begitu mantap.
“Ehh… nggak kök… baru sekali Tante”, nafasku sudah memburu, kata-kata pun sudah sulit kuucapkan dengan tenang.

Kulihat nafas Tante Anne juga sudah mulai memburu, berkali-kali ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.

“Jilatin döng Chris!” katanya memelas.

Mulanya aku ragu-ragu juga, tapi kudekatkan juga kepalaku ke vaginanya. Tidak ada bau tidak enak sama sekali, Tante Anne rajin menjaga kebersihan vaginanya aku kira. Kujulurkan lidahku menjilati dari bawah menuju ke pusar. Beberapa menit aku bermain-main dengan vaginanya. Tante Anne hanya bisa mengerang dan menggelinjang kecil menahan nikmat. Kulihat ia meremas sendiri buah dadanya dan memuntir-muntir sendiri puting susunya. Aku berdiri sebentar, melepaskan semua pakaianku. Bengöng dia melihat penisku yang 18 cm itu. Aku cuma tersenyum kepadanya, dan melanjutkan menjilati vaginanya.

Beberapa saat kemudian ia merönta dengan kuat.

“aahh… öhh Göd… aargghh…” bagaikan gila, dia menjepit kepalaku dengan pahanya, lalu menekan kepalaku supaya menempel lebih kuat lagi ke memek tante dengan dua tangannya. Aku susah bernafas dibuatnya.
“Lagi… arghh… clitörisnya Chriss… ssshh… yah… yah… lagi… ööööhh…” semakin menggila lagi dia ketika aku mengulum clitörisnya, dan memainkannya dengan lidahku di dalam mulut.

Aku memasukkan lidahku sedalam-dalamnya ke dalam lubang vaginanya. Bau cairan kewanitaan semakin keras tercium. vaginanya benar-benar sudah basah. Tiba-tiba dia menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di vaginanya dengan cepat dan kasar. Lalu ia menegang, dan tenang. Saat itu juga aku merasa cairan hangat semakin banyak mengalir keluar dari vaginanya. Aku jilati semuanya.

“öhh… Göd… bener-benar hebat kamu Chris… lemas Tante… aahh… nggak kuat lagi deh untuk berdiri… shitt… sudah lama nggak begini”, dia terbujur lemas setelah 1/2 jam yang melelahkan itu.

Aku cuma tersenyum. Perlahan kutarik kedua kakinya ke tepi tempat tidur, kubuka pahanya selebar-lebarnya dan kujatuhkan kakinya ke lantai. Vaginanya sekarang terbuka lebar. Nampaknya ia masih terbayang-bayang atas peristiwa tadi dan belum sadar atas apa yang kulakukan sekarang padanya.

Begitu tante sadar penisku sudah menempel di bibir vaginanya.

“öhh…” ia cuma bisa menjerit tertahan.

Lalu ia pura-pura merönta tidak mau. Aku juga tidak tahu bagaimana cara memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Aku sering lihat di videö bökep barat , dan mereka melakukannya dengan mudah. Tapi ini sungguh berbeda. Lubangnya sangat kecil, mana mungkin bisa masuk pikirku. Tiba-tiba kurasakan tangan Tante Anne memegang penisku dan membimbing penisku ke vaginanya.

“Tekan di sini Chris… pelan-pelan yah… punya kamu gede banget sih”, pelan ia membantuku memasukkan penisku ke dalam vaginanya.

Belum sampai seperempat bagian yang masuk ia sudah menjerit kesakitan.

[nextpage title="5 Cerita Panas Tante Memek Berbulu Lebat "]

“Aahh… sakitt… öööh… pelan-pelan Chris… aduuh….” tangan kirinya masih menggenggam penisku, menahan laju masuknya agar tidak terlalu deras.

Sementara tangan kanannya meremas-remas kain sprei, kadang memukul-mukul tempat tidur. Aku merasakan penisku diurut-urut di dalam vaginanya. Aku berusaha untuk memasukkan lebih dalam lagi, tapi tangan Tante Anne membuat penisku susah untuk masuk lebih ke dalam lagi. Aku menarik tangannya dari penisku, lalu kupegang erat-erat pinggulnya. Kemudian kudöröng penisku masuk sedikit lagi.

“Aduhh… sakkkitt… öööhh… ssshh… lagi… lebih dalam Chriss… aahh”,enakkk sayang kembali Tante Anne mengerang dan merönta.

Aku juga merasakan kenikmatan yang luar biasa, tak sabar lagi kupegang erat pinggulnya supaya ia berhenti merönta, lalu kudöröng sekuatnya penisku ke dalam. Kembali Tante Anne menjerit dan merönta dengan buas. Aku diam sejenak, menunggu dia supaya agak tenang.

“Göyang döng Chris”, dia sudah bisa tersenyum sekarang.

Aku menggöyang penisku keluar masuk di dalam vaginanya. Tante Anne terus membimbingku dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan göyanganku. Lama juga kami bertahan di pösisi seperti itu. Kulihat dia hanya mendesis, sambil memejamkan mata. Tiba-tiba kurasakan vaginanya menjepit penisku dengan sangat kuat. Tubuh Tante Anne mulai menggelinjang, nafasnya mulai tak karuan, dan tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.

“öhh… öööhh… Tante sudah mau keluar nih… sshh… aahh”, göyangan pinggulnya sekarang sudah tidak beraturan.
“Kamu masih lama nggak Chris? Kita keluar bareng saja yuk…. aahh”, tak menjawab, aku mempercepat göyanganku.
“Aahh… shitt… Tante keluar Chrisss… öööhh… gile”, dia menggelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.

Aku semakin bersemangat menggenjöt. Aku juga merasa bahwa aku bakal keluar tidak lama lagi.

“Aahh… sshh…” kusemprötkan saja cairanku ke dalam vaginanya. Lalu kucabut penisku, dan terduduk di lantai.
“Kamu hebat… sudah lama Tante nggak pernah klimaks.”
“aah… capek Tante.”
“Mandi lagi yuk… lengket-lengket nih jadinya”, ia berjalan ke kamar mandi dan aku mengikutinya.

Lalu kami saling membersihkan tubuh di bawah siraman shöwer. Setelah mandi, kami tidur-tiduran tanpa busana, berciuman, sambil ngöbröl macem-macem. videöpörnö yang tadi sudah habis rupanya. Tante Anne menggantinya dengan VCD yang lain.

“Eh… yang ini bagus löh Chris”, lalu ia menghidupkannya. Filmnya tentang seörang gadis yang diperkösa, sedikit sadis menurutku, tapi sangat merangsang sekali.
“Tante sudah lama kepengen cöba yang seperti itu Chris… kalau öm mu sih… nggak ada seninya… taunya cuman göyang, nembak, tidur… susah juga hahaha… kamu mau cöba nggak?” dia tersenyum melihatku. “Hehehe… terserah…”
“ök!” lalu ia berjalan ke lemarinya.

Sewaktu ia membukanya, aku terkejut juga melihat begitu banyak Sex Stuff seperti vibratör, tali, handcuff, dan banyak lagi.

“Wah… banyak amat peralatannya Tante”, kataku bercanda.
“He eh… yah beginilah… söalnya öm kamu jarang pulang sih. Tante kan butuh seks juga. Yah… terpaksa harus bermain dengan fantasi sendiri.”
“Hehehe”, aku cuma tertawa kecil.

[nextpage title="6 Cerita Panas Tante Memek Berbulu Lebat "]

Kulihat ia mengambil tali dari lemari. “Nih… kerjain Tante seperti yang di film itu döng Chris!” ia melemparkan tali itu kepadaku dan berjalan ke arah tempat tidur. Tempat tidur itu bergaya Eröpa pertengahan, mempunyai pagar rendah berjeruji di sisi atas dan bawah. Ia memegang pagar berjeruji itu. Aku mengikat tangannya di jeruji itu, ia sekarang membungkuk membelakangiku dengan tangan terikat. Aku berjöngkök dan mulai menjilati vaginanya untuk pemanasan.

“Sssh… ööuhh…” kembali kudengar erangannya.

Setelah beberapa saat vaginanya mulai basah. “Pakai vibratör Chris!” aku berjalan ke lemari dan mengambil vibratör yang berbentuk seperti penis manusia itu. Hati-hati kumasukkan vibratör itu ke dalam vaginanya, lalu kugeser switch ke pösisi “löw”. Terdengar vibratör itu mulai berdengung halus.

“öuuh… aahh…” kelihatannya Tante Anne sangat menikmati permainan.

Tempö permainan sangat lambat kali ini. Ia menggelinjang sedikit mengiringi dengungan halus vibratör. Sambil sebelah tanganku memegangi vibratör supaya tidak lepas dari vaginanya, aku memberinya tepukan di paha, memberinya tanda agar ia membuka pahanya selebar-lebarnya.

“Jilat anus Tante Chris!” kembali ia memberi kömandö. Aku mulai menjilati pahanya yang putih dan jenjang, perlahan berpindah ke anus. Bösan menjilati anusnya, aku berdiri, memeluknya dari belakang, dan meremas payudaranya dengan sebelah tanganku yang masih bebas. Beberapa saat kemudian ia örgasme.

Lalu ia menyuruhku memasukkan penisku ke dalam lubang anusnya. Aku sempat terkejut mendengarnya. Menurutku pasti akan sakit sekali penisku dijepit öleh lubang anusnya. Tetapi Tante Anne terus-terusan meminta dengan suara yang memelas.

“Tante sudah pernah nyöba?” tanyaku ragu-ragu.
“Pernah… pakai vibratör… cöbain saja deh… lebih sempit löh di sini… Tante kepingin nyöba dimasukin 2 lubang sekaligus.”
“ök!” aku kembali membungkuk, kujilat bagian sekitar anusnya untuk melicinkannya.

Kulihat Tante Anne merintih-rintih ketika vibratör kugöyang agak cepat, tetapi ia tidak bisa banyak merönta karena tangannya masih terikat kuat ke jeruji tempat tidur.

Setelah merasa jalan masuk cukup licin aku pun mengambil ancang-ancang, kugesek-gesekkan dulu kepala penisku di sekitar anusnya.

“Yahh.. langsung saja Chriss”, Tante Anne yang sudah tidak sabar, memundur-mundurkan pantatnya agar penisku bisa segera masuk ke dalam lubang anusnya.

Kutarik vibratör yang masih saja berdengung itu dari belakang, supaya pantat Tante Anne makin menempel ke kepala penisku. Akibatnya vibratör itu melesak makin dalam ke vaginanya Tante Anne.

“Aahh… öööhh… sshh…” semakin menggila saja dia.

Pelan kudöröng kepala penisku ke dalam lubang anusnya. Kepala penisku terasa sedikit pedih, aku menghentikan döröngannya sejenak.

“ööööhh… yahh… terussss… deeper Chriss….”
“Sssshh… ööööhh…” aku hanya bisa mendesis menahan pedih yang bercampur nikmat ketika penisku masuk kira-kira setengah bagian ke dalam lubang anusnya.

Menurutku masuk melalui lubang anus tidak begitu nikmat, karena tidak ada cairan yang melicinkannya. Tapi kulihat Tante Anne bagaikan sedang terbang sekarang. Nikmat sekali katanya. Kukira itu karena dua lubangnya sedang terisi. Tante Anne terus saja menggöyang-göyang pinggulnya kebelakang supaya penisku dapat masuk lebih dalam ke dalam lubang anusnya. Aku tidak dapat menahan lagi göyangannya, kubenamkan sekuat tanaga penisku ke dalam anusnya. Rasanya seperti penisku sedang di massage dengan kuat di dalam. Tanpa sadar, karena menahan nikmat tanganku menggöyang-göyangkan vibratör itu dengan kencang. Tempö permainan berubah menjadi liar sekarang. Tangan Tante Anne mencengkeram jeruji tampat tidur dan menggöyangnya karena nikmat yang tak terkira.

Aku mencöba menggöyang penisku di dalam anusnya. Memang sedikit pedih karena kurangnya cairan pelicin di dalam anusnya, tapi aku tidak peduli lagi. Sesekali kugunakan tangan kiriku untuk meremas payudaranya yang tergantung-gantung itu. Beberapa saat kemudian aku merasa mau örgasme.

“Aahh… ööuuhh… Tante sudah mau keluar belum?” tanyaku dengan nafas memburu.
“Engggh… sssssh… iyah…” Kurasakan Tante Anne semakin menggila menggöyang pinggulnya.

Kemudian dia tubuhnya menegang, kemudian terkulai lemas. Aku pun merasa maniku sudah di ujung-ujungnya. Kupercepat göyangan, kuremas payudaranya dengan kasar, dan kuköcök vibratörnya lebih cepat lagi. Kulihat Tante Anne menjerit-jerit, tapi ia tak bisa berbuat banyak karena tangannya terikat dengan kuat.

“Arrrgghh… öööhh…” seiring dengan eranganku, kusemprötkan maniku ke dalam anusnya.

Kali ini kurasakan maniku keluar banyak sekali. Lalu kucabut penisku dari dalam anusnya, dan kucabut vibratör dari vaginanya. Sekilas kulihat vagina dan anusnya merah sekali dan sedikit membengkak. Kubuka ikatan tangannya dan dia memeluk serta menciumiku. Lalu kami berdua tertidur di lantai. Pengalaman ini tak akan pernah kulupakan. Sampai sekarang kami kadang-kadang masih melakukannya.

Tante Anne benar-benar seörang seks maniak yang tak bisa puas, setiap kali berhubungan selalu ada saja cara-cara baru yang ia ajarkan. Kukira ini juga mempengaruhi tingkah laku seksualku. Sampai sekarang aku senang melakukan hubungan seks dengan fantasi tinggi, seperti menggunakan tali, cambuk, handcuff, dan sebagainya. Aku menjadi senang menyiksa lawan mainku. Sepertinya puncak kenikmatanku sulit tercapai kalau aku tidak melakukannya

Tags: #cerita aku dan mas iparku #cerita bokep oktober 2015 #cerita dewasa oktober 2015 #cerita dewasa terbaru oktober 2015 #cerita hot romantic #cerita ngentot terbaru oktober 2015 #cerita sek gara gara ranjang sempit #cerita seks oktober 2015 #cerita seks terbaru oktober 2015 #cerita sex bulan oktober 2015

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs