Cerita Panas Tante Muda Cantik Seksi

1055 views

cerita-panas-tante-muda-cantik-seksiCerita Panas dubuqueseminary.net Tante Muda Cantik Seksi, Cerita Mesum dubuqueseminary.net Tante Muda Cantik Seksi, Cerita dubuqueseminary.net Tante Muda Cantik Seksi,Cerita Dewasa dubuqueseminary.net Tante Muda Cantik Seksi Terbaru. Cerita Sex dubuqueseminary.net Tante Muda Cantik Seksi,Cerita Hot dubuqueseminary.net Tante Muda Cantik Seksi.

Cerita Panas Tante Muda Cantik Seksi

Saat, aku berdiri sendirian di depan ekskalatör, di lantai 4 Dieng Plaza Malang. Selama di situ, aku hanya bengöng sambil melihat örang-örang lewat di depanku. Sampai tiba-tiba ada cewek menghampiriku sambil membawa barang belanjaannya.”

Aku lihat kayaknya sedikit lebih tua dariku. Yah.. kutaksir umurnya sekitar 28-an deh. Tapi dia cantik sexy sekali, cöcök jadi bintang film. Apalagi dengan dandanannya yang natural dan rambutnya yang tergerai indah sedada berwarna merah kecöklatan.., cakep sekali deh! Bödinya sexy banget. Pake tank töp warna putih, yang kayaknya kekecilan buat dadanya sehingga terlihatlah putingnya di balik bajunya. Aku terpesöna sekali melihatnya, tapi aku takut dia marah.
Tiba-tiba.. dia nepuk pundakku sambil bertanya,

“Maaf mas, kalau ‘pasar ikan’ adanya dimana ya..?”

Aku berusaha menutupi kekagetanku dan berusaha menjawab sesantai mungkin,”Ahh.., Mbak ini becanda ya.. disini mana ada yang jual ikan mbak. Adanya ya di pasar besar..”

“öh, gicu ya Mas ya..” katanya sambil mikir.

Cerita Sex | Itulah awal pembicaraan kami rupanya dia tadi hanya memancingku aja, sampai akhirnya kenalan dan ngöbröl Nörth-Söuth. Namanya Juliet, umur 31 tahun, rumah di Jl. Taman Wilis 1C Malang, mantan gadis sampul yang bersuami seörang pengusaha. Kebetulan suaminya lagi tugas 1 bulan ke Liverpööl Inggris, jadi dia jalan-jalan sendirian. Belum punya anak, karena suaminya menderita impöten.

Setelah ngöbröl selama 1 jam sambil makan di cafe. Lalu, aku diajaknya ke rumahnya. Dia mengendarai möbil mewahnya BMW Spört 1 pintu.

Setelah sampai di rumahnya yang sangat besar. Padahal aku baru melihatnya dari depan saja.
Setelah di-klaksön sama dia, seörang satpam membuka pintu pagar.
Sebelumnya, Mbak Juliet sudah bilang,

“Kalau ada pembantu saya, kamu bilang aja saudara dari suamiku, ya..?”

Sambil berakting layaknya bintang sinetrön, Mbak Juliet memperkenalkan aku sebagai saudara suaminya pada pembantunya. Dan lalu menyuruhnya untuk masak-masak buat makan malam.

“Ayö masuk Sön..? Duduk-duduk saja dulu sebentar di dalem.. ya.. Aku mau ganti baju dulu..” katanya setelah pembantunya pergi ke dapur.
“Eee.. mbak.. kamar kecilnya dimana ya..?”tanyaku.
“Ayö deh, Mbak tunjukin..”katanya sambil menggandeng tanganku.

Sampai akhirnya tiba di kamar mandi.

“Tuh kamar mandinya di sana..” katanya sambil menunjuk ke pintu di ujung kamar.

Aku langsung ke sana, dan ketika mau menutup pintu, Mbak Juliet tiba-tiba menahan pintu dari luar kamar mandi sambil berkata dengan genit,

“Jangan lama-lama ya Sön..!” Terus ditutup deh pintunya sama dia.

Pas lagi pipis, mataku tiba-tiba tertuju pada sebuah benda panjang yang berada di balik bötöl-bötöl sabun. Ketika kuambil.., ternyata penis plastik yang berwarna hitam..! Lalu..

Karena pintunya tidak kukunci, secara diam-diam Mbak Juliet masuk ke kamar mandi. Karena saat itu aku sedang kaget, tiba-tiba aku dipeluk dari belakang secara lembut. Tangan kiri Mbak Juliet meraih tanganku yang lagi memegang penis tiruan itu, sedangkan tangan kanannya meremas köntöl-ku.

“Ini mainan aku Sön, kalau lagi kesepian..” bisiknya tepat di telingaku.

Aku terdiam seperti patung, keringat mengucur dengan deras sekali..

[nextpage title="2 Cerita Panas Tante Muda Cantik Seksi"]

“Tapi jauh lebih enak kalau pake yang asli Sön..” desahnya.

Aku benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa ketika dia mulai menjilat leher sekitar telinga. Rasanya geli-geli enak dan aku benar-benar tersihir. Sambil terus menjilat dia berusaha membuka celanaku dari belakang.

“Hhh.., jangan Mbak..!” aku berusaha mengingatinya.

Tapi.. kenapa Sön..? Hhhmm slurp.. slurp.., nggak suka ya..?” desisnya sambil tetap mencium dan menjilat leherku.

“Hhh.., Söny masih perjaka mbak..!” kataku.
“Ahh.. masak sih.. ayö döng.. ntar Mbak ajarin deh.. nikmat kök Sön.. mau ya Sön..?”katanya
“Tapi mmbakk.. hh..”teriakku.
“Ayö ikut ke kamar Mbak aja ya.. biar lebih enak..” katanya sambil menarik lenganku.

Dia menuntunku keluar kamar mandi sampai di pinggir ranjang, langsung memagut mulutku dengan ganas. Lidahnya meliuk-liuk mencari-cari lidahku, sementara tangannya kembali berusaha membuka celanaku. Aku yang sudah pasrah dan bengöng, mendekap tubuhnya yang sexy dan möntök.

Setelah celanaku melöröt, ciumannya beralih ke leher, ke dada, perut, dan akhirnya ke penisku. Dia mengurut penisku pelan-pelan, “Wööwww.. enak banget rasanya.. öhh..?” desahku.

“Kamu tetap berdiri, ya Sön.. jangan rebah..!” pintanya sambil tersenyum manis.

Aku mengangguk saja.

“Köntöl kamu.. Sönn.. enak banget.. hhmm..!”

Tiba-tiba dia langsung menghisap penisku, bahkan mengöcök-ngöcök di mulutnya.

“öhh..?” desahku keenakan.
“Hhmm.. slurp.. slurp..! Aahh.. slurp.. slurp..!”

Kadang-kadang dia sengaja mengguncang-guncang penisku ke kiri ke kanan dengan mulutnya, sementara kedua tangannya mengelus-elus pantat dan bijiku.

“Aahh.. jangan kenceng-kenceng döng, Mbak..!” kataku saat dia menghisap dengan bernafsu.

Dia hanya tersenyum, lalu meneruskan kegiatannya. Hisap.. lepas.. hisap.. lepas.., terus sampai akhirnya dia seperti kelelahan.

“Hmm.., köntöl kamu enak banget Sön..” katanya sambil menjilat bibirnya yang penuh lendir.

Kelihatan sekali dari söröt matanya yang liar kalau dia sudah sangat hörny.

“Udah lama saya nggak ngisap köntöl seenak ini, Sön..”
“Mbak..”panggilku.
“Jangan panggil aku Mbak döng..” desisnya sambil mencium kepala kemaluanku,”Panggil Jull.. aahh.. aja ya.. sstt..” desahnya.

Kembali dia menjilat kemaluanku dengan lidah meliuk-liuk seperti lidah ular. Kali ini jilatannya naik ke atas, sambil tangannya membuka T-shirt-ku. Aku juga tidak mau kalah, ikutan membuka baju-nya. Dan öhh.. terlihatlah susunya yang besar itu.. kayaknya 36C. Ternyata dia tidak memakai BH. Jadi sekarang hanya sisa CD-nya aja.

“Ayö, hisap döng tetekku Sön..” desahnya.

Aku tidak menunggu lama-lama lagi, langsung kulumat payudara yang bulat itu. Awalnya yang kiri, dan yang kanan kuremas-remas. Juliet mengerang dan menjatuhkan diri ke ranjang.

“Aahh.. sstt, ayyööhh.. sedöt yang kuat.. Sön.. hh.., hiissaapp.. putingnya ööhh.. ööhh..!” desahnya.

Aku dengan semangat menghisap sesuai perintahnya. Sesaat kugigit lembut putingnya.

“Aaahh.. ennakk..! Hhh.. sedöt terus.. sstt.. yang.. kuathh.. aahh..!” jeritnya sambil menggelinjang.

Rupanya arus kenikmatan mulai menerpa Juliet. Tangan kananku mulai menjelajah memeknya yang masih tertutup CD. Wah, sudah basah rupanya..! Apalagi saat jari tengahku menyelinap di antara Labia majöra, kerasa sekali beceknya.
Pinggulnya mulai naik turun, rupanya Juliet sadar ada benda asing yang menggesek kemaluannya. Apalagi saat jariku menyentuh klitörisnya, makin kencang göyangannya. Seakan berusaha agar jariku tetap di klitörisnya, tidak pindah kemana-mana. Terbukti saat tangannya memegang tanganku yang ada di kemaluannya,”Ya.. Say.. teruss.. ööhh.. sstt.. gesek itilku.. ööhh..!” erangnya.

Sekarang ciumanku sudah pindah ke lehernya yang jenjang dan harum mulus. Memeknya tetap dihibur dengan jariku, sementara tanganku yang lain membelai rambut indahnya.

“Udahh.. Sön.. aku nggak tahan say.. sst..!” kata Juliet.

Lalu dia menelentangkan aku dan dia ada di atasku. Dia langsung menempatkan lubang kemaluannya tepat di depan wajahku dan secara perlahan dia buka CD-nya dengan membuka ikatan tali di sampingnya. Tercium semerbak wangi memeknya yang benar-benar membuatku terangsang. Tampak tetesan lendir di lubang memeknya.

“Hm.., wangi sekali Jul. Söny suka baunya..” kataku.

[nextpage title="3 Cerita Panas Tante Muda Cantik Seksi"]

“Kamu suka bau memekku, Sön..?” katanya manja.
“Ya Jul, dua-duanya say..”
“Kalö gitu, jilatin döng say memekku..!” katanya sambil menurunkan memeknya ke wajahku.
“Ayö jilat, Say..!” desahnya.

Kuhisap-hisap klitörisnya yang menyembul, kujilat memek dan anusnya. Dan semua yang ada di sekitar kemaluannya kujilat dan kuhisap.

“Jilaatt.. öhh.. terruusshh.. Sön.. jillaatt.. itilnyaa.. itilnyaahh.. teerruusshh.. öhh..” desahnya.

Wajahku benar-benar dijadikan gösökan sama dia. Digösöknya terus memeknya di wajahku, kadang berputar-putar. Lalu, Juliet mengubah pösisinya jadi di bawah, tapi tetap sambil kujilat memeknya. Dia menggeliat-geliat, kadang menyentak ke belakang saat klit-nya kuhisap atau kujilat. Kadang mengerang, menjerit, melölöng, bahkan kadang kepalaku dijepit dengan kedua pahanya yang putih mulus itu.

“Ahh.. öhh.. ööhh.. Jul mau keluaarr.. Sayyhh.. öhh.. öhh..”desahnya.

Saat dia menjerit-jerit cepat-cepat kuhentikan jilatanku dan cepat-cepat berdiri di samping ranjang.

“Jul.. kamu nggak pa-pa kan..”kataku bingung.

Tidak lama kemudian Juliet tersadar..

“Ahh..? Lhö..? Köq.. Kenapa berhenti sih Sön..?” setengah menjerit, lalu celingukan mencariku.

Setelah melihatku ada di sampingnya sambil bengöng, Juliet benar-benar geram.

“Kamu.. bener-bener jahat Sön..!”

Juliet memasukkan 2 jari kirinya ke memeknya.

“Söny.., kamu bener-bener jahat..!” jeritnya.
“Tapi, Jul kan tadi menjerit.. Söny jadi ketakutan..” kataku.
“Aduh.. kamu kök culun amat sih Sön.. dasar perjaka.. tapi nggak pa-pa deh..”katanya.

Untung diluar masih hujan besar. Jadi jeritannya tertutup dengan suara hujan.

“Sini döng Sön..!” pintanya manja.

Karena aku bengöng terus lalu dia dengan meraung seperti macan dia melömpat dari ranjang, berusaha menerkamku. Tapi gagal, karena aku berkelit karena ketakutan. Aku berusaha menghindar dari sergapannya yang dipenuhi hawa nafsu.

“Jahat..! Jahat..! Jahat..!” jeritnya sambil berusaha mengejarku.

Kami berdua seperti penjahat dengan körbannya yang lagi main kejar-kejaran.
Karena kelelahan aku berhasil ditangkapnya. Aku langsung duduk di kursi söfanya. Lalu, tanpa basa-basi lagi, Juliet langsung duduk berhadapan di pahaku. Bulu kemaluannya terasa lembut menyentuh pahaku, sedangkan batang kemaluanku merapat di perutnya.

“Mau lari kemana, Sön..? Jahat..!” katanya sambil menggesek-gesekkan puting susunya ke putingku, rasanya nikmat sekali.
“örang Jul lagi mau ‘keluar’ köq dikerjain.. hh..? Itu nggak böleh, Say..!” ömelnya sambil menatap tajam.
“Ya Jul.. Söny salah..” kataku.

Lalu kupagut bibirnya yang basah itu. Langsung dibalas dengan ganas. Juliet memelukku dengan erat sambil menggesek naik turun kemaluannya ke köntölku.

Kemudian dia menghentikan pagutannya, lalu tersenyum mengejekku.

“Kamu udah bikin Jul pusing, kamu harus Jul hukum..” katanya.
“Dihukum apa Jul..?” kataku penasaran.
“Hukumannya ini Sön..” lalu Jul meraih köntölku dan langsung dimasukkan ke memeknya, “Ngentötin sampai aku puaass.. ööhh..!”

Lalu, Juliet langsung menggenjöt köntölku UP-DöWN.

[nextpage title="4 Cerita Panas Tante Muda Cantik Seksi"]

Aduh, benar-benar nikmat nggak tahunya. Begitu ketat mencengkeram köntölku. Sementara itu, di depan wajahku terpampang payudara besar yang terguncang-guncang.

“Ahh.. ööhh.., köntöl kamu.. enak Sön.. sstt.. ahh.. sst.. ahh..” desahnya sambil naik turun.

Aku tidak dapat menjawab, söalnya lagi asyik melumat teteknya. Tanganku mengelus-elus sekitar pantat semöknya sampai belakang memeknya, biar dia benar-benar puas.

“Ah.. ah.. terus Sön..! Jangan berhenti Say..! Jul, suka ngentöt sama kamu.. hh enak.. öhh.. ahh..!” jeritnya.

Kadang kusentak juga dari bawah, dan Juliet senang sekali kalau sudah begitu.

“Sentak lagi.. ööhh.. Aaa..! Iya.. iya.. gitu.. lagi.. lagii.. ööhh..!”

Lagi asyik-asyiknya dia menggenjöt köntölku, tiba-tiba kuberdiri sambil memböpöngnya. Lalu aku jalan-jalan keliling kamar sambil tetap dia mengöcök köntölku dengan memeknya yang luar biasa. Sebagai ganti sentakan yang dia suka, aku jalannya kadang seperti örang melömpat. Kan jadi sama nyentaknya. Tapi itu tidak dapat lama-lama, karena badannya lumayan berat. Jadi aku balik ke ranjang.

“Kamu di bawah ya, Say..! Jul suka di atas.. ss..” desisnya manja.
“Ya.., buat Jul.. apa aja deh..!” kataku.

Tanpa banyak buang waktu, Juliet kembali melanjutkan göyangannya. Kadang göyangnya benar-benar maut, sampai menyentak kepalanya ke belakang. Atau kadang sambil meremas payudaranya, seperti di film-film Vivid. Atau dengan merebahkan kepalanya di dadaku. Sambil mengöcök, seperti biasa dia suka sekali berkata kötör.

“Hhmm.., öhh.. yess.. ***** me.. ahh.. hhmm.. enak kan, Say..?”
“Enakk.. banget, Jul..” lenguhku.
“Seneng khaann.. Sön..!”
“Ya, .. sseneng.. öhh..”
“Jul.. sukka.. köntöl kamu.. Sön.. ööhh..” desahnya manja.
“Söny juga suka memek Jul.. öhh..” desahku.

10 menit kemudian, aku merasa seperti akan pipis, karena köntölku sudah berdenyut. Rupanya Juliet juga begitu. Dinding memeknya mulai bergetar dan sudah basah sekali. Genjötannya pun sudah mulai mengganas, seperti saat dia menjerit tadi.

“ööhh.. Sön.. Söny mau.. pipis..”
“Jul.. juga Sön.. mau keluar.. tahan yah.. Sön, kita barengan ya.. Sön..!” desahnya.

Lalu, Juliet sudah semakin tegang, makin erat memelukku.

“Auh.. I’m cömin’ Say.. öhh.. ahh.. ahh..!” jeritnya, makin lama makin keras.

Dan,

“Teruss.., Sön.. teruss.. aku.. öhh.. ahh.. Jul keluarr..”

Dia menjerit dan menghentak-hentak dengan ganasnya. Saat itu, ötöt memeknya betul-betul tegang dan memerah batang köntölku. Dia menyemprötkan banyak sekali cairan..
Lalu,

“Jul.. Söny mau pipis juga.. öhh..!”
“Pipiskan aja di dalam Sön.. jangan dilepass.. Say.. aa..!”
“Cröt.. cröt.. cröt..!” cairankuku muncrat di dalam memeknya.

Aku tidak dapat berkata apa-apa lagi, hanya bisa menerawang ke langit-langit. Menikmati örgasme. Masih ada beberapa hentakan lagi, sebelum akhirnya Juliet terkulai lemas di dadaku. Rambutnya yang indah itu menghampar bebas, langsung kubelai.

“Sön.., makasih ya.., kamu telah memberi saluran yang selama ini belum pernah Jul rasakan” katanya sambil mencium bibirku dengan lembut.

“Terus gimana Jul.. tentang rencana selanjutnya..?”tanyaku.
“Entar aja deh, biar Jul pikir-pikir dulu, Sön”katanya.
“Bila Jul benar-benar mau cerai ama Fadli. Söny mau jadi gantinya..”kataku.
“Ahh.. yang bener Sön.. emang kamu masih mau ama aku.. cewek yang udah tua ini..?”katanya.
“Söny cinta ama Jul sejak pertama kita ketemu. Söny nggak memperdulikan usia Jul berapa yang penting Söny cinta ama Jul..”kataku sambil mengecup bibirnya.
“öhh.. Sön kau sungguh lelaki jantan dan bertanggung-jawab. Sebetulnya Jul juga suka ama kamu tapi khan aku sadar kalau usiaku udah diatas kamu. Tapi, kenyataannya kamu suka ama Jul. Jadi, Jul setuju aja.. tapi Söny sabar dulu ya.. Biar Jul selesaikan urusan dengan suami Jul.. ya manis..”katanya sambil mengecup bibirku lagi.
“Ya Jul, Söny akan tunggu..?”tanyaku.
“Nah gitu döng.. öh ya say.. Söny harus datang kesini dan harus memuaskan Jul setiap waktu.. ya sayang..”katanya.
“Ya say..”jawabku. Lalu, kita berciuman dan akhirnya tertidur pulas

Pencarian Konten:

Tags: #bokep oktober 2015 #cerita aku dan mas iparku #cerita dewasa oktober 2015 #cerita dewasa terbaru oktober 2015 #cerita hot romantic #cerita ngentot terbaru oktober 2015 #cerita seks oktober 2015 #cerita seks terbaru oktober 2015 #cerita sexs hots butuh pelampiasan #seks ibu kost bln oktober 2015

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs