Terjebak Nafsu | Cerita Dewasa Terbaru

987 views

Terjebak Nafsu | Cerita Dewasa Terbaru

Cerita Dewasa Terbaru Terjebak Nafsu coollove.biz share dibawah ini. Selamat menikmati...

terjebak-nafsu-cerita-dewasa-terbaruCerita Dewasa Terbaru - sesúdah sekian waktú, Dian kelúar dari kamar mandi. Dia tampak fresh gara-gara barú saja membasúh múkanya. Pakaiannya júga súdah rapi. Akú mendaratkan ciúman di pipinya sambil tersenyúm.
"Hújannya údah reda, akú maú púlang. Capek..!" kata Dian seraya melakúkan pemberesan barang bawaannya.
"Di, kalo kamú súka sama apa yang kita kerjakan tadi, besok kalo kamú pingin, kamú pakai jaket dan langsúng ke sini waktú kúliah pertama selesai." ajakkú pada Dian.
Dia cúma diam saja sambil menatap ke arahkú.
"Tapi, kalo kamú tidak súka, oke, akú minta maaf. Akú janji tidak akan ngasih tahú siapa pún." katakú kemúdian.
Dian tetap diam dan tanpa berkata-kata, akú terpaksa mengantarkan Dian hingga kelúar dari halaman rúmahkú.
Keesokan harinya, akú sengaja telat ikút kúliah pagi. Selain malas, dosennya júga membosankan. Sambil masúk dari pintú belakang, akú mencari-cari wanita kúrús rambút panjang. terbúkti Dian berada di kúrsi paling depan, berDibagianan kawan-kawan sekelompoknya (yang sesúnggúhnya manis-manis, tetapi berbasickan beberapa kelompok úmúr, mereka sombong dan sering berkompetisik paling pintar). Tapi akú tidak ambil púsing. Yah, mereka toh tidak pernah konflik dirikú, dan yang jelas, siapa tahú akú dapat menidúri salah satú dari mereka (hahaha).
Ketika kúliah selesai, akú sengaja tidak langsúng berpindah tempat kelúar rúangan, tapi menanti Dian. Bayangkan.., terbúkti Dian mengenakan jaket. Wah, pertanda apa nih, pikirkú.
"Hai Dian.." sapakú yang dijawab Dian senyúmnya.
"Kamú pakai jaket yah..?" katakú lagi seperti orang bodoh.
"Emang nggak boleh..?" jawabnya lagi.
Seperti yang súdah kami sepakati, kami berjalan beriringan ke tempat parkir. Namún, begitú kelúar parkiran kendaraan Dian, dia memintakú úntúk mengantarkannya ke rúmah Búdenya (yang súdah lama menjadi janda, dan tinggal di kota yang sama). Sesampai di sana, akú agak heran ketika rúmah tersebút sepi.
"Kok sepi Di..?"
"iya, Búde lagi pergi ke Solo, ada saúdara yang sakit."
"Lha, trús rúmahnya yang jaga siapa..?"
"sesúnggúhnya ada pembantú, tapi dia ijin púlang kampúng dúa hari, jadi akú yang terpaksa jagain nih..!"
Begitú pintú garasi kútútúp, kemúdian barang bawaan súdah kúletakkan di meja, langsúng Dian kúpelúk, bibirnya yang penúh kúlúmat. Dian tidak diam saja, tidak sama seperti kemarin, kali ini Dian membalas pagútan dan kúlúman lidahkú. Sambil melúmat bibirnya, tangankú tidak diam saja, tapi múlai bergerilya, mengelús dan melakúkan perasan búah dadanya, dan sesekali mengúsap selangkang Dian. Dian melakúkan hal yang sama, dia mengelús alat vitalkú yang otomatis kejang dan kakú sekali.
Ah.., nikmat sekali setiap belaian dan úsapan tangan Dian di selangkangankú. Tidak tahan cúma demikian, akú langsúng melepaskan ziper dan melepaskan celana panjang beserta celana dalamkú, hingga batang alat vitalkú lepas dari siksanya. Batang alat vitalkú sepanjang 20 cm itú langsúng dikocok Dian dan diremas mesra. Tangankú tidak diam júga, gara-gara bloúse dan celana panjang Dian langsúng teronggok di lantai. Bra krem sekali jentik langsúng terlepas dari púnggúng Dian.
Akú kemúdian jongkok di hadapan Dian, mengamati gúndúkan daging di selangkangnya yang masih terbúngkús celana dalam satin mempúnyai warna merah múda. Sepertinya Dian sengaja menyiapkan dirinya. Búlú-búlú halús yang kemarin kúsaksikan, kini súdah lebih teratúr, tidak menjadi naik di sana sini dan kelúar dari sisi-sisi celana dalamnya.
Akú menghirúp údara di depan kemalúan Dian dalam-dalam. Wah.., harúm.. Dan sekali rengkúh, sisa kain terakhir di túbúh Dian lenyap. Akú kemúdian membimbing Dian ke sofa di rúang tamú. membongkar ke-2 kakinya úntúk lebih mengangkang. Kemúdian kúsúsúpkan kepalakú di antara pangkal pacúma. Lidahkú menyapú selúrúh permúkaan vagina Dian, yang tidak lama kemúdian basah. Cairan asin dan lembab membasahi alat vitalnya.
Dian cúma merintih kecil waktú újúng lidahkú menyapú vaginanya. kadang-kadangkala dia terpekik, waktú penúh perasaan bibir vaginanya kúsedot ataú ketika újúng lidahkú menikam ke lúbang alat vitalnya yang terús menerús melontarkan cairan. 5 menit akú memperlakúkan Dian seperti itú, kadang-kadang cepat lidahkú menyapú, kadang-kadang sedotan-sedotan dan kecúpan.
Cerita Selanjutnya

Terjebak Nafsu | Cerita Dewasa Terbaru

Tags: #Bokep online

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs